Google+ Followers

Thursday, September 05, 2002


Vanness oh Vanness

Mengenakan coat panjang dari bahan jins berwarna biru tanpa lengan, Vanness Wu, salah satu personil F4 itu keluar dari belakang panggung dan langsung disambut dengan teriakan histeris ratusan penonton yang memenuhi Ballroom Hotel Mulia, Rabu malam, tanggal 4 September 2002.

Para penonton yang rela membayar tiket seharga Rp 600 ribu dan Rp 1 juta itu terdiri dari usia tua dan muda, pria dan wanita, tetapi sebagian besar wanita berusia belasan tahun.

F4 (keempat cowok keren yang membintangi serial Meteor Garden) yang selama beberapa bulan terakhir ini meneror masyarakat kita dengan ribuan foto dan poster mereka di mana-mana, siapa yang sangka, kini salah satu personilnya hadir di Jakarta. Dan bagi mereka yang mampu membeli tiket, salah satu personil dari wajah-wajah yang menghiasi mouse pad dan wallpaper sebagian komputer pribadi di Jakarta itu, kini berdiri hanya berjarak beberapa meter dari mereka.

Vanness Wu, pria yang lahir 7 Agustus 1978 di negeri Paman Sam itu pun, tidak menyia-nyiakan masa-masa ketenaran F4 di Indonesia. Bila dia diajak jalan-jalan ke pertokoan mana pun di Jakarta, dia mungkin akan terkagum-kagum dengan merajalelanya VCD, kaset, poster, foto maupun CD F4 yang beredar di Jakarta.

Mungkin karena itulah, manager serta promotournya berani mendatangkan Vanness ke Jakarta, dan berani menjual acara itu dengan harga yang mahal pula. Meski dengan masa promosi yang cukup singkat, hanya satu minggu, ratusan tiket untuk menonton acara itu, habis terjual.

Acara yang diadakan Stasiun TV Indosiar itu bertajuk 4 Stars Night, menghadirkan tiga band raksasa Indonesia: Coklat, Sheila on 7, dan Padi sebagai band pembuka Vanness. Ketiga band yang sudah menjadi jaminan mutu itu mungkin saja disuguhkan untuk mengkompensasi kekurangan (bila ada) dari sang bintang malam itu, Vanness Wu.

Melihat keramaian penonton yang mengantri di depan pintu Ballroom Hotel Mulia bahkan empat jam sebelum show dimulai, terlihat jelas, mereka bukan datang untuk Padi, Coklat, ataupun Sheila on 7. Meski mereka juga suka dengan lagu-lagu ketiga band yang sudah akrab di telinga kita sehari-hari, sudah jelas ketiga band tersebut bukan alasan mereka rela membayar tiket seharga Rp 1 juta.

Untunglah hal itu tampaknya disadari benar oleh Vanness Wu. Seolah-olah dia menyadari, popularitasnya di Indonesia sangat dipengaruhi oleh popularitas serial Meteor Garden yang dibintanginya, maka dia pun banyak melakukan interaksi dengan penonton, dalam membawakan lima lagu hitsnya.

Vanness menyadari, para penonton ini datang, bukan karena dia pandai menyanyi atau menari, lagu-lagunya pun belum terlalu populer di Indonesia. Albumnya "Body Will Sing" masih belum lama beredar. Para penonton datang, lebih banyak disebabkan karena mereka ingin melihat dari dekat, sang pemeran Mei Cuo dalam megaserial Meteor Garden itu.

"I love you" dan "Aku cinta padamu" beberapa kali keluar dari bibir seksi pria berkulit putih itu. Sambil bernyanyi pula dia turun dari panggung, mengambil untaian bunga-bunga pemberian para fans. Pada lagu terakhir, My Friend, atau versi Mandarin dari Auld Lang Syne itu Vanness bahkan benar-benar "turun" menghampiri para penonton yang duduk di bangku-bangku VIP, bersalaman dan mencium pipi mereka.

Tak ayal lagi semua tingkah Vanness itu menimbulkan teriakan histeris para remaja ABG yang berjingkrak-jingkrak membawa poster Vanness sambil menyaksikan pertunjukannya. Remaja-remaja ini, bahkan masih ada yang sangat muda, kurang dari 10 tahun, mengagetkan para wartawan, karena mereka begitu fasih mengikuti sang bintang dari Taiwan itu bernyanyi.

Akhirnya, Vanness mengakhiri shownya dengan mengajak para personil Padi, Coklat, dan Sheila on 7 ke atas panggung bersamanya. Pada saat ketiga band itu tampil, Vanness turut menonton di bangku penonton, dan dia memuji penampilan mereka.

"Thank You Indonesia," kata Vanness sebelum menghilang ke balik panggung, meninggalkan para fans-nya yang seolah masih tidak percaya.

Puaskah mereka yang telah membayar Rp 1 juta?

No comments:

Post a Comment