Google+ Followers

Saturday, April 19, 2003


Di hari ulang tahunmu

Malam ini kubiarkan kau mencumbu masa lalumu: Masa lalumu yang menurutku membosankan karena penuh dengan mantan pacarmu. Mantan pacarmu yang lucu, yang selalu kau sebut dengan "gelooooo" dengan jumlah "o" yang berubah-ubah setiap kali. Mantan pacarmu yang dulu rambutnya sebahu lalu dipotong sangat pendek. Mantan pacarmu yang... hmmm segala ciri-ciri fisik dan ciri-ciri yang lain menjadi tidak penting, karena cinta. Cinta cinta cinta. Ranah itu membuatku tak tahu harus bilang apa lagi; kehabisan kata-kata. Kalau sudah masalah cinta, susah diperdebatkan dengan logika. Kalau sudah masalah cinta, sudahlah. Tak perlu diomongkan lagi. Cukup dimengerti saja.

Jadi kau dan pacarmu sudah berpisah. Kini setahun setelah ulang tahun terakhir yang kauhabiskan bersama pacarmu, kau merasa kosong. Kau merasa rindu yang luar biasa dalam. Kau merasa sendiri. Kembali ke cafe tempat kalian biasa berkencan, kau tak tahu mengapa kau kembali ke sana sendirian. Tiba-tiba kau menyadari, kau telah kehilangan banyak.

Gelombang cinta yang amat dahsyat menghanyutkan semua akal sehatmu. Menihilkan semua nilai, mengurangi pentingnya semua orang di sekitarmu, kecuali orang yang kau cintai. Gelombang cinta yang amat dahsyat mengosongkan otakmu. Hanya satu orang yang tersisa dan hanya satu orang yang kau pikirkan sepanjang waktu: pacarmu. Dan segala hal yang lain menjadi kurang penting.

Tanpa kau sadari, sedikit demi sedikit kau meninggalkan teman-temanmu. Kini, di cafe yang sama, sendiri, baru kau sadari.

Maaf bila selama aku mengenalmu aku tak pernah mengerti. Aku tak pernah mengerti cinta yang kau maksud, cinta yang kalian bicarakan. Ada juga seorang temanku yang lain, yang begitu mencintai pacarnya hingga rela mengorbankan segalanya. Uang dan rumah. Melakukan apa pun karena takut kehilangan pacarnya...

Ada apa dengan kalian?

Cinta cinta cinta. Begitulah jawaban kalian yang membosankan. Hanya itu yang bisa kalian katakan, karena kalian pun tak punya kuasa untuk menjelaskan. Kalian tak punya jawaban. Kalian tidak memegang kendali. Kalian telah dikendalikan. Oleh apa? Cinta cinta cinta lagi.

Dan sekarang cinta itu berakhir. Mungkin bukan kehendakmu. Bukan kehendak pacarmu. Cintamu pun tak bisa berbuat apa-apa. Cinta saja memang tak pernah cukup bukan? Sekali lagi, kau tak memegang kendali. Bukankah itu menyebalkan?

Kau mencoba mencari penghiburan ke mana-mana. Bahkan kau berpacaran dengan orang baru. Siapa yang kau tipu, karena cintamu pada si dia yang kau cintai, belum padam.

Malam ini kubiarkan kau mencumbu masa lalumu. Untuk yang terakhir kali.

No comments:

Post a Comment