Google+ Followers

Friday, June 13, 2003

simpang angan

(sebuah puisi untuk mei)

lalu angan kosong itu membawamu pada penggembaraan
tiada ujung-pangkal
lalu kau tersedu di ujung jalan itu
termangu dalam kelam sinar mata yang sendu
hendak ke mana?
jalan panjang ini bercecabang
membuatmu bingung seperti meraba dalam gelap
labirin jingga bernama kesunyian yang sempurna

(mumu)

No comments:

Post a Comment