Google+ Followers

Tuesday, December 27, 2005

This Christmas: What a Long Day

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/26/metro/2320354.htm

Hujan deras mewarnai hari Natal kali ini, dan mungkin banyak pihak bersyukur, karena hujannya agak siang setelah jam misa Natal. Bagi gua sih, gua udah mengikuti misa malam Natal jam 10 malam, dan itu merupakan misa yang sangat berkesan, karena gua misa di Katedral setelah sekian lama gak misa di sana, bersama beberapa teman. Di antara teman-teman itu ada juga yang bukan beragama Katolik (ups.. :P) dan mereka hanya ingin mengikuti misa malam Natal di Katedral, whatever, yang penting bagi gua fun fun aja, dan gua tetap bisa beribadah. Pada malam itu juga agak istimewa karena ada kehadiran seorang presiden dari Negara tetangga, Timor Leste, yaitu Xanana Gusmao, dengan langkah penuh percaya diri layaknya seorang pemimpin, melangkah masuk ke geraja, dan disambut dengan tepuk tangan dari beberapa orang. Dan banyak juga yang ingin bersalaman dengan presiden ex pemberontak itu hehehe. Memang dia cukup berkharisma, layaknya seorang Fidel Castro.

Nah, karena malam Natal tidurnya sangat larut, jam 2 pagi baru sampai rumah, karena habis dari gereja masih mampir makan bubur Sapo yang 24 jam, maka bangunnya juga siang. Jam 12 siang gua baru berangkat ke TPU Pondok Rangon bersama keluarga; acara ziarah ke makam selalu kami lakukan ketika ada waktu, hari Minggu atau hari Libur, apa lagi hari Natal. Malang sekali, kemarin tidak kami sangka, orang yang ingin berkunjung ke TPU begitu banyak. Ditambah hujan deras, alhasil, jalanan macet sekali. Kemacetan yang parah itu tidak pernah kami alami sepanjang sejarah ke Pondok Rangon. Biasanya macet hanya setelah keluar tol Cibubur. Ini macetnya sampai ke Pondok Rangon. Jarak yang biasanya ditempuh dalam waktu satu jam atau lebih kalau macet sedikit, ini menjadi lebih dari empat jam! Dan penderitaan belum berakhir, ketika mobil Panther kesayangan kami mogok tiba-tiba, di tengah macet, di tengah hujan. Hiks. Bayangkan, nambah-nambahin macet aja. Akhirnya didorong ke pinggir jalan, dan mulailah diobrak-abrik. Dicari masalahnya di mana, penyebabnya apa, dan siapa yang harus disalahkan hehehe. Kakak gue panggil montir, untunglah ada montir deket-deket situ. Gue denger dia tanya ke montirnya, ini bukan salah pengemudinya ya? Hehehe, maksudnya gue, gitu. Jadi ini gara-gara pengemudinya malas ngisi oli, malas ngecek air aki, atau apa, gitu. Ternyata bukan salah siapa-siapa sih. Mau mogok ya mogok aja. Katanya sih karena kabel akinya terlalu pendek dan jadinya putus.

Teknisnya gua gak ngerti-ngerti banget. Yang jelas, setelah tunggu agak lama, sambil makan bakso anget-anget di tengah ujan, mobil itu akhirnya bisa dinyalain. Cuman, gak bisa nyalain tape, gak bisa nyalain AC, gak bisa nyalain lampu. Pokoknya segala yang menggunakan listrik, intinya. Ya udah, untunglah tempat mogok itu sudah tidak jauh dari TPU. Kita masih sempet mampir ke TPU sebentar, berdoa, dan lalu pulang. Karena hujan juga, jadi gak bisa berlama-lama di makam. Lagipula takut gak bisa pulang, perjalanan masih jauh. Saat itu udah jam 6 sore. TPU rame bgt lho ternyata pada hari Natal, parkirnya penuh dan WC antriannya membludak, dan orang yang berjualan ramaii sekali, bagaikan tempat wisata.

Enggak lama setelah itu, berangkatlah kami pulang. Dan guess what.. ternyata masih macet. Gua sampai kebagian nyetir, karena udah pada teler hehehe. Kakak gua udah khawatir listriknya abis, tapi lampu gak mungkin enggak dinyalain, ya udah.. dengan was-was akhirnya sampailah kita ke Taman Palem dengan sukses. Taman Palem udah deket rumah, we decided to have dinner. Pada kelaperan, udah jam 9 malem. Setelah makan, guess what… penderitaan belum berakhir … karena mobilnya gak bisa nyala!

Singkat cerita, setelah itu, kakak gua panggil sopirnya untuk membawa mobil box gede datang menjemput kita dan mobilnya ditarik. Gua naik mobil box itu enak deh, tinggi banget hehehe. Di tengah jalan sempet berhenti, karena ada polisi tidur, membuat rantai yang menyambung kedua mobil itu terlepas. Di sana adik gua Abot pergi ke Superindo terdekat untuk membeli gembok, gua nangkring di atas mobil box sendirian, di tengah jalan. Setelah digembok, barulah perjalanan lancar, sampai di rumah. Sudah jam 10.30 malam, langsung deh gua terkapar, tewas di kasur.

Besoknya masih harus kerja, dan karena ada meeting di BCA, gua harus datang pagi-pagi sebelum 3 in 1. Gua bangun dengan penuh penderitaan jam 5.15. Alarm gua bunyi, masih gak sadar, untuk pertama kalinya alarm gua bunyi, gua gak sadar. Biasanya langsung bangun tuh. :P Dan saking ngantuknya atau gugupnya kali, karena ganti mobil. Gua pake mobil Abot, karena mobil Panther gua dead, waktu ngisi bensin, gua ketinggalan tutup tangki bensinnya !!! Benar-benar bodoh dan tolol. Kok bisa ya ????

Sampai di kantor, terima SMS dari orang BCA, meetingnya cancel karena dia sakit perut. Huh !! Kenapa gak dari tadi? Dan sampai di kantor, gua diajak meeting ama boss ke BNI, jam 8.30 pagi. Setelah meeting itu, barulah gua worry about my tangki bensin. Gimana dong, terbuka gitu. Temen-temen bilang bahaya, bisa meledak lho kalau ada yang ngerokok. Ngeri juga gua, trus gua turun ke parkiran, gua tutup sementara pake plastik dan karet.

Semalam, gua masih mengharapkan keajaiban, dengan kembali lagi ke pom bensin, tapi gak ada, karena orangnya sudah ganti. Katanya besok pagi aja datang lagi, karena bisa ketemu orangnya yang bertugas pagi. Dengan bodohnya gua percaya, pagi ini gua datang lagi ke sana. Dan orangnya dengan santainya bilang enggak ada... Barulah gua sadar betapa polosnya gua, dan bodohnya berharap masih bisa mengambil kembali barang itu. Kalau dia berniat mengembalikan seharusnya sejak gua lupa, gua dipanggil ketika meninggalkan pom. Tapi ternyata ... Apes. Hari ini terpaksa deh gua beli yang baru. Tapi, beli di mana ya? Hanya berharap mudah-mudahan enggak ada bahaya. Amin. Merry Christmas :)


No comments:

Post a Comment