Google+ Followers

Wednesday, June 14, 2006

Cashflow

Kata ini kerap muncul sebagai masalah yang menjadi momok bagi perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan baru dan masih berskala kecil. Aku sering mendengar soal kata ini, tapi baru sekarang paham betul pentingnya. Bosku pernah bilang, dalam suatu usaha (baru) yang penting bukan kapan investasi akan kembali, tetapi seberapa lancar arus kas. Kenyataannya, aku sering mengalami masalah cashflow ini, dalam dua perusahaan tempat aku pernah bekerja.

Masalah cashflow itu adalah: tidak ada cash. Padahal belum tentu tidak ada sales. Sales banyak, proyek banyak, tetapi kok tidak ada uang kas yang bisa digunakan. Sementara tagihan dari supplier, gaji karyawan, biaya operasional dan lain-lain tidak bisa ditunda. Mengapa ini sering terjadi?

Menurut pengalamanku, proyek tidak pernah selesai tepat waktu, apalagi pembayarannya. Penyebabnya, banyak faktor. Bisa dari sisi klien, bisa juga dari sisi kita, maupun dari faktor external. Karena itu kami paling suka proyek dengan dateline yang ketat, dan klien juga menaati dateline itu untuk penyerahan materi dan asistansi lain yang diperlukan. Bila dateline agak longgar, kecenderungannya waktu pengerjaan akan mundur hingga tercapai kepuasan klien. Bahkan bila dateline-nya ketat pun, masih ada kemungkinan untuk mundur. Maksudnya, meskipun kita sudah memenuhi dateline, setelah itu pasti masih ada revisi-revisi, sehingga hal ini mempengaruhi pembayaran.

Karena itu, ada baiknya dalam perencanaan keuangan, ada dana yang dipersiapkan untuk biaya operasional dan dana-dana lain yang tidak bisa ditawar, tidak mengandalkan pada pembayaran yang sudah terjadwal. Karena kalau mengandalkan pembayaran ini, meskipun terjadwal, bila jadwal tidak ditepati maka pengusaha pasti akan pusing tujuh keliling. Supaya tidak terjadi pusing itu, banyak perusahaan yang kemudian mengandalkan pinjaman bank untuk urusan ini. Menurut kakak saya, seorang pengusaha UKM, meminjam ke bank tidak bisa dielakkan. Semua orang melakukannya. Kalau tidak, akan selalu ada masalah cashflow ini.

2 comments:

  1. Wah kalau sebagai ibu rumah tangga saya tahunya "cash flow" saya suka macet ujung2 bulan he he he.
    Kalo udah gitu mulai deh Kartu kredit beraksi n pura2 bengong waktu tagihan datang kesuami... (pasang muka lugu...)

    ReplyDelete
  2. dahsyat. sudah siap rupanya mengakuisisi perusahaan publik rupanya. atau diam-diam sudah mempersiapkan semuanya, tinggal start?

    selamat mei sudah naik kelas he he he

    ReplyDelete