Google+ Followers

Tuesday, September 19, 2006

Beruntung Ketemu WH

Semua orang yang tinggal di Aceh pasti tahu apa itu WH. WH singkatan dari Wilayahtul Hisbah, adalah sebutan untuk polisi syariah di Aceh. Tugasnya adalah menegakkan undang-undang syariah Islam di Aceh. Bagi masyarakat Aceh mungkin WH adalah momok dan bila bertemu WH itu males banget. Tapi kok saya malah menulis judul beruntung ketemu WH.

Kami sudah mendengar banyak cerita tentang WH. Semua yang datang berkunjung ke Aceh pasti akan mendapatkan cerita ini juga. WH bagian dari masyarakat, bagian dari keseharian penduduk Aceh. Dan beruntunglah saya, sebagai seorang pengunjung mendapat kesempatan merasakan sendiri, seperti apa WH dan cara beroperasinya.

Ceritanya pada waktu kami menginap di bungalow di Iboh, Pulau Weh, tengah malam, pukul 12, ketika sedang enak-enak tidur, kami dikejutkan oleh suara beberapa orang mengetuk pintu. Mereka adalah WH. Aku terbangun dari mimpi indah, karena itu masih malas beranjak. Bukan aku yang membukakan pintu. Maka, maaf, aku tidak bisa memberikan deskripsi lengkap tentang seperti apa WH itu.

Yang jelas, mereka adalah beberapa laki-laki. Pakaian mereka, wajah mereka, aku tidak tahu. Aku hanya mendengar suara. Pertama-tama mereka membacakan sekilas undang-undang yang menjelaskan kedatangan mereka. Tetapi, belum kelar membacakan, teman yang membukakan pintu sudah langsung memotong dengan tidak sabar, "Enggak ada cowoknya, pak."

Setelah itu seorang teman lain yang sama seperti aku, malas beranjak, berteriak dari kasur, "Cewek semua, pak!"

Kami kebetulan satu kamar berempat, cewek semua. Lalu si WH itu melihat-lihat, menggunakan senter, karena gelap. Setelah itu dengan nada agak-agak tidak enak, si WH berkata, "Oh, cewek semua ya." Ya sudah, mereka pamit.

Untunglah, kedatangan mereka tidak terasa terlalu brutal, karena sebelumnya kami sudah diperingatkan oleh pemilik bungalow. "Jam 12 akan ada WH," begitu pesan mereka. Kedatangan WH sebenarnya mendadak, tetapi untunglah pemilik bungalow kami sudah mendapatkan bocoran. Untung deh, jadi tidak terlalu traumatik. Kami tenang-tenang saja, lagi pula kami tidak punya alasan untuk takut. Kami tidak salah kok. Hanya agak terganggu tidurnya saja. Yang aneh, kenapa kamar kami saja yang diketok. Kamar cowok-cowok tidak didatangi?

4 comments:

  1. Anonymous6:56 AM

    This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Anonymous6:57 AM

    Thank you!
    http://ddgdgvhe.com/httt/cyji.html | http://atdqpnrk.com/mwyi/voxq.html

    ReplyDelete
  3. Anonymous11:53 AM

    hehehehe...
    kirain diapain sama tuh polisi syariah...
    kali2 miting kemaleman sama si babe malah jadi digrebeg... nasib..nasib...
    hehehe... d-ni

    ReplyDelete