Google+ Followers

Thursday, September 21, 2006

Met Ultah, Dek.

Hari ini ulang tahun ke-20 adikku. Dia sudah bujang seandainya masih ada di sini. Buat yang mengikuti blogku ini, tahu ceritanya tentang kepergian adek dari dunia ini. Adikku yang kedua, hari ini bolos ke kantor untuk pergi ke makam. Untuk yang belum pernah kehilangan orang terdekat, hal ini sulit dipahami.

Aku teringat tentang salah satu prospek klien yang mempunyai produk kompleks pemakaman. Kompleks pemakaman itu mempunyai konsep yang agak aneh karena belum biasa bagi kita. Yaitu menggabungkan kompleks pemakaman dengan rekreasi. Sebenarnya sih, rekreasi itu hanya salah satu fasilitas, tetapi karena mereka mem-blow up itu sebagai hal yang dijual, terasa bagi orang-orang bahwa aneh aja pemakaman (hal yang sedih) dicampur dengan rekreasi (hal yang gembira).

Setelah ditelusuri lebih jauh, sarana rekreasi itu lebih sebagai fasilitas, seperti restoran, danau (bisa digunakan bermain perahu), kolam renang, dll. Semua itu untuk menjadikan makam sebagai tempat kunjungan yang tidak menakutkan dan bisa sekaligus menikmati acara ziarah.

Saya bisa menerima konsep itu, karena saya tahu rasanya kehilangan orang terdekat, di mana dalam setiap kesempatan, kita akan selalu teringat padanya. Misalnya pada waktu Natal, pada waktu Tahun baru, pada waktu ulang tahunnya, dan bahkan pada hari biasa. Sebulan sekali kami mengunjungi makam adek. Lalu di sana, dengan berlalunya waktu, tidak lagi mourning. Tapi setelah berdoa, ya, menikmati waktu. Duduk-duduk di sebelah makam sambil menikmati panganan kecil.

Semua itu bisa dinikmati di Pondok Rangon, enggak usah jauh-jauh. Pondok Rangon tempat pemakaman yang rapih, asri, hijau, dan tidak spooky. Dan tidak mahal pula. Karena itulah kami sering ke sana. Karena itu pula, di tengah kepengatan kerja, kejenuhan rutinitas, adikku melarikan diri ke sana. Aku bisa mengerti.

No comments:

Post a Comment