Google+ Followers

Tuesday, October 10, 2006

Malam yang terang, malam bulan purnama (2)

Masih ingatkah kau akan malam itu:
semua orang mencoba memotret bulan.
Semua kamera paling canggih dipamerkan.
Lensa-lensa tele super panjang berjejeran.
Semua mencoba mengawetkan dan membawa pulang malam itu.
Malam yang terang, malam bulan purnama.
(Kira-kira beberapa ribu malam yang lalu)

Aku tidak pernah melihat bulan yang begitu besar, begitu terang, begitu tenang.
Aku hanya berdiri mengutuk diri; tidak punya kamera.

(Bulan yang magis menarik) Semua orang berpasang-pasang.
Banyak kisah bermula dari malam itu.
Ada sesuatu yang ganjil yang akan selalu membekas di hati kita;
hatiku;
Aku masih muda. Belum pernah orgasme.
Tapi aku sudah tahu malam seperti itu tidak akan berulang sampai kapan pun.

Ketika itu pun kita sudah bersahabat
duduk mengobrol di tepi pantai yang gelap
menikmati redup alam di atas permadani pasir

Aku tahu semua yang tidak pernah bermula akan berakhir malam itu.
Aku tidak tahu kau akan selalu menjagaku.

1 comment:

  1. Anonymous4:26 PM

    Venus selalu menunggu.
    Menunggu untuk diwujudkan dalam terang bulan purnama..

    Hadirnya mereka melebihi rasa cinta
    Rasa yang selalu indah
    Rasa yang mengilhami banyak impian

    Rasa itu juga yang menjadikan
    kita tetap bersahabat..

    sebagai venus dan bulan purnama
    di langit yang selalu abadi.

    ReplyDelete