Google+ Followers

Saturday, November 11, 2006

Sebenarnya, Apa yang Membuat Saya Bekerja Begitu Rajin?

Suatu hari ketika saya sedang mengobrol bersama seorang rekan kerja di lift pada saat makan siang, seorang rekan kerja yang lain berkomentar seperti ini: "Selama gue bekerja di banyak kantor yang lain, gue belum pernah tuh ngeliat orang yang bekerja kayak elu-elu. Kayaknya di mana aja, entah di kantin, di cafe, elu ngomongin kerjaaaaan mulu."

Hehehe. Saya menyadari, komentar itu tidak terlalu berlebihan. Saya menjawab dengan mengiyakan. "Iya ya. Kayaknya udah gila kerja nih. Bahkan pada waktu tidur gue mimpiin kerjaan. Gue mimpiin klien, mimpi lagi deal harga, dll."

Hidup saya sudah dikuasai oleh pekerjaan.

Ketika malam di atas jam 7 saya masih di kantor, teman-teman di YM mulai godain. "Kok masih di kantor aja?" "Apakah pekerjaannya enggak bisa dilanjutkan besok saja?" "Ini weekend lho. Kok masih di kantor?" "Ini betah di kantor atau enggak betah di rumah ya?" dan masih banyak lagi komentar yang lain.

Dan ketika malam-malam di rumah saya terkadang masih suka online untuk cek statistik PortalHR.com, kadang memang perlu untuk membuat report, kadang memang ada pekerjaan yang tersisa, orang-orang di rumah juga geleng-geleng kepala. Ini anak kok rajin banget.

Apalagi ketika weekend, kadang masih ada urusan pekerjaan. Entah ke kantor ataupun meeting dengan calon prospek. Dan yang lebih parah adalah, setiap saat dan setiap waktu, pikiranku dipenuhi oleh urusan pekerjaan. Bisa jadi gagasan, bisa jadi juga masalah yang sedang dihadapi.

Hidup saya benar-benar dikuasai oleh pekerjaan.

Untunglah kondisi seperti ini tidak berlangsung selamanya. Kayaknya ini hanya saat-saat ini saja, dan kalau saya analisa, ini banyak berkaitan dengan PortalHR.com. Nah masalahnya adalah, kenapa sih saya segitunya? Sampai segitu dedicatednya terhadap perusahaan? (Padahal saya bukan owner lho). Kadang-kadang saking serunya, malam-malam saya enggak bisa tidur ! Ide-ide saya banyak, karena ruang pengembangan untuk portal baru ini pun sangat banyak.

Hari ini, malam minggu, saya bela-belain, nyetir ke Depok, untuk meeting masalah pekerjaan. Sebuah prospek kerjasama untuk PortalHR.com. Depok macetnya minta ampun, saya kelelahan. Tetapi yang saya heran adalah, saya tetap bersemangat. Saya bahagia. Tidak ada rasa terpaksa dalam menjalankan itu, padahal itu adalah pekerjaan.

Saya jadi kepingin menganalisa, sebenarnya mengapa sih saya begitu bersemangat? Mungkin ini penting buat para bos-bos, sungguh beruntung kalau bisa mendapatkan karyawan seperti saya (hahahaha).

Pertama-tama, kalau saya pikir-pikir, ini ada hubungannya dengan bos saya. Dia memang seorang bos yang pandai dalam memotivasi, dia menciptakan suasana kerja yang sedemikian rupa sehingga karyawan-karyawannya bekerja dengan sepenuh hati dan mementingkan tujuan-tujuan perusahaan di atas segalanya. (Gaji kami enggak gede lho. Jauh dibanding perusahaan-perusahaan lain).

Sejak pertama saya masuk ke kantor ini saya terkesan dengan anak-anak yang sangat dedicated. Dan saya rasa motivator utama itu tak lain adalah bos saya. Faktor bos itu ternyata sangat penting. Dalam survey terbaru ditemukan faktor utama yang paling membuat seseorang tidak betah di kantor, adalah masalah dengan bos. Jadi kalau bos itu tidak OK, bisa dipastikan itu menjadi alasan utama penyebab stress di kantor.

Nah, dengan kondisi suasana kerja yang seperti itulah yang bisa melahirkan semua karyawan yang bersemangat. Meski persaingan relatif rendah, bahkan hampir enggak ada, tetapi entah saling benchmarking atau saling terpengaruh oleh suasana kerja yang kondusif itu, sehingga semua orang menurut saya produktif dan engaged dalam pekerjaan.

Produktivitas dan engagement itulah katanya tujuan praktik HR dalam perusahaan.

Lalu mengenai saya sendiri, bos saya memberikan kepercayaan yang besar kepada saya. Untuk pertama kalinya saya bisa deal sendiri, saya bisa mewujudkan gagasan saya. Biasanya, gagasan sulit mencapai level puncak. Dan juga seringkali bos saya punya gagasan yang jauh lebih hebat dan mungkin kerjasama dengan orang-orang yang lebih hebat sesuai dengan kedudukan beliau juga. Kali ini saya merasa lebih banyak bisa bergerak dan mengambil keputusan. Dan hal itu membuat saya sangat terpompa. Mungkin.

Jadi saya bersemangat memikirkan gagasan-gagasan baru, karena gagasan-gagasan itu mungkin untuk diwujudkan. Tidak seperti dulu, gagasan tidak sampai ke mana-mana, sehingga kita menjadi malas berpikir. Fokus pada mengerjakan saja.

Selain itu, prospek ke depan untuk sebuah media online sangat besar. Dan kita sama-sama melihat peluang itu. Banyak yang sudah mulai sadar, tetapi setelah sadar masih banyak yang harus dikerjakan. Banyak yang bisa dipelajari dalam bisnis ini. Mungkin itulah yang membuat saya excited. Kita sama-sama menantikan booming dotcom berikutnya. Saya harap akan segera terjadi.

11 comments:

  1. Mei..

    bener.. gw termuntah2 bacanya.

    ur boss so lucky to have u
    and maybe environtment nya mendukung lo utk terus termotivasi.

    nice job, non!

    success ya.. !!!

    ReplyDelete
  2. Kesenangan Bekerja...itulah menurutku, tante, kenapa kita mengalami *engaged dalam pekerjaan dan produktif. Selain karena faktor bos, rekan sekerja, yang paling penting menurutku adalah pekerjaan itu sendiri. Ada pepatah yang mengatakan: Love your job not your company, Kalau kita mencintai job kita, maka akan timbul desire yang akan mengakibatkan dua hal di atas*. Mungkin bisa dianalogikan dengan orang yang jatuh cinta (tumben ya aku begitu bijaksana, huahaahahaha...). Pertanyaannya adalah...seberapa cintakah kita akan pekerjaan kita?

    ReplyDelete
  3. Dairil10:31 AM

    Wah Mei dah jadi workaholic dong. Welcome to my world. Even now, I don't understand why I worked so hard. I just enjoy it, and the time just flies without you realizing it. It's okay as long as you enjoy it, it means your life is meaningful at least for your work. Don't forget to take a rest sometimes.
    Peace.....

    ReplyDelete
  4. Anonymous11:36 PM

    Maka sesungguhnya engkau bisa menjawab seperti ini ketika ditanya orang:
    - Lagi kerja ya?
    + ndak lah yau... lagi senang2 kok.

    kerja = having fun, adalah sebuah titik yang selalu ingin dicapai seseorang.

    Titik itu merupakan persetubuhan antara desire (dari dalam) dan tantangan/kepercayaan/tuntutan dari luar.

    ReplyDelete
  5. saya terharu bacanya mei.

    ReplyDelete
  6. makanya, sekarang aku klo dapet sms dr mei jd deg-degan, soalnya pasti urusan kerjaan. bahkan di saat akhir pekan pun...ini agak menjadi semacam mimpi buruk juga sebenarnya. termasuk ketika istirahat makan siang, di lift, di kantin juga ngomongin kerjaan...agak bete juga sebenarnya. cuman aku ngeliat itu sbg..apa ya..mei emang lagi semangat-semangatnya. jd ya udah...

    ReplyDelete
  7. mengapa aku masih bertahan di detikcom sejak bayi merah sampe umur sewindu? itu karena semua alasan yang kamu tulis di artikelmu itu, mei...:)

    ReplyDelete
  8. aduh tante Mei..lo bener tuh..., gw juga merasakan hal yang sama kaya lo..malah..gw pernah lebih parah dari lo..!sampe ngigo-ngigo..mengeluarkan kalimat2 presentasi( he..he..),sebetulnya bener kata lo mbak kita tuh sangat"meresapi"kerjaan kita..tapi sebtulnya hal kaya gini nggak sehat juga mbak..karena kita juga harus punya kehidupan pribadi.jadi menurut gw..lo harus menyeimbangi kehupan sosial lo..supaya hari2 lo lebih berwarna..

    ReplyDelete
  9. Ih Mei!
    Kayaknya lo kudu ke dikter cinta. :o udah dipelet sama bos lu, tahu!
    Hiiiiiiiiiyyy... :P

    Ama kerjaan kayak ama kekaksih aja. Jangan-jangan sama kekasihnya kamu... (ah sudahlah! hehehe)

    ReplyDelete
  10. Mei, koment gue yang awal gagal diapprive kayaknya. Gue ulang lagi deh, comment-nya.

    Gini lho mei...
    Membaca psoting blog lo yang ini, bener deh. GUe nyaranin lo supaya ke dokter cinta. Lo udah diguna-guna alias dipelet sama bos lu tuh. Ck, ck... masa nggak sadar sih?

    Ah, malangnya nasibmu Nak :P

    ReplyDelete
  11. Entah gimana tadi gw keklik postingan gw yang ini... sekarang dibaca lagi rasanya mau muntah juga seperti komentar Nez di atas hehehe... tapi pada saat itu bener2 lagi semangat2nya... begitulah kondisi kantor kami pada waktu itu... ternyata... berbahagialah ketika kita memiliki perasaan seperti itu ketika bekerja, karena tidak selamanya bisa begitu.

    Karena satu dan lain hal, kekuatan guna-guna itu akhirnya habis juga hahaha

    ReplyDelete