Google+ Followers

Wednesday, May 09, 2007

BHAG

"I wanna believe in everything that you said...
coz it sounds so good..."

Petikan lagu Britney Spears itulah yang terngiang di kepala Dewi begitu keluar dari ruangan bosnya. Kelanjutan dari lagu itu bukanlah masalah percintaan. Ini mengenai karir dan masa depan yang dijanjikan oleh bosnya kepada Dewi, salah satu manager di perusahaan itu.

Semua terdengar begitu indah. Bila menjadi kenyataan, karir Dewi akan melesat dengan cepat, dengan peningkatan yang sangat signifikan, dan juga peningkatan penghasilan yang signifikan tentunya. Melompat ke suatu level yang lebih tinggi, seperti pernah dicita-citakan oleh Dewi.

Untuk mencapai semua itu, tentunya keberuntungan saja tidak cukup, tetapi diperlukan kerja keras. Sebelum ini, Dewi sudah tahu mengenai rencana-rencana pengembangan perusahaannya. Dewi sempat berpikir-pikir, apakah dampak pengembangan-pengembangan ini secara nyata kepada dirinya, terutama terhadap penghasilannya.

Hari ini bosnya telah menjawabnya. Bukan dengan suatu jawaban pasti. Tetapi dengan sebuah mimpi. Sebuah harapan. Namun yang hebat adalah, mimpi dan harapan itu ditanamkan dengan indahnya oleh bosnya, sehingga bahkan Dewi sendiri kagum akan pengaruh yang dibuat dalam dirinya. Pengaruh itu tidak hanya tampak dalam pekerjaan saja, tetapi hampir merasuk dalam dirinya dan pikirannya sehari-hari.

Bos Dewi adalah contoh pemimpin yang berhasil menyampaikan Visi perusahaan dengan cara BHAG (Big Hairy Audicious Goal). Menurut para ahli, visi perusahaan harus diturunkan dalam bentuk BHAG, yaitu goal berani sehingga menimbulkan big hairy (merinding). Goal itu harus menggetarkan jiwa dan membuat bulu roma merinding.

Salah satu syaratnya adalah Goal itu harus cukup clear. Misalnya John F. Kennedy pada tahun 1961 pernah mengatakan visinya yaitu: "We set sail on this new sea because there is new knowledge to be gained, and new rights to be won, and they must be won and used for the progress of all people."

Pernyataan visi itu adalah sebuah visi jangka panjang yang harus diturunkan menjadi goal, setidaknya untuk 10 tahun ke depan. Misalnya, pada saat itu JFK membuat salah satu BHAG untuk "mendaratkan manusia di bulan sebelum 1970." Goal ini menggetarkan seluruh rakyat Amerika, dan benar pada tanggal 20 Juli 1969 Amerika berhasil mendaratkan manusia pertama di bulan yaitu Neil Amstrong.

Tanpa disadarinya, bos yang pandai ini telah menanamkan kepada orang-orang dalam tim yang diperlukannya untuk bekerja keras dan sepenuh hati, sebuah cita-cita yang menggetarkan hati mereka dan menggerakkan perilaku mereka. BHAG itu seperti "Dalam dua tahun ini kamu akan bisa .... " "Dalam 5 tahun perusahaan ini akan menjadi ... dan kamu akan menjadi ...." dan seterusnya.

Akan tercapaikah semua yang didengar oleh Dewi itu? Well, itu tidak penting. Yang penting adalah semangat kerja dan rasa memiliki yang luar biasa yang berhasil ditanamkan oleh si bos yang pandai ini. Sehingga karyawan pun termotivasi untuk mencapai hasil yang dicita-citakan itu bersama-sama.

Apakah Anda seorang pemimpin? Apakah Anda mempunyai visi dan cita-cita yang tinggi dan mulia? Belajarlah untuk menyampaikan visi dan cita-cita itu kepada bawahan Anda. Biuslah mereka.. Buat mereka bermimpi .. Buatlah tujuan Anda menjadi tujuan mereka juga sehingga mereka akan bekerja keras bersama-sama Anda untuk mencapainya.

No comments:

Post a Comment