Google+ Followers

Saturday, June 09, 2007

di atas angin

Bunga berpendar-pendar di dalam hatinya. Di atas angin ini rasanya, tidak ada yang bisa salah. Angin bertiup ke mana dia melangkah. Di dalam kepalanya dunia tak pernah senyap.
Di malam hari dia tidak terlelap.
Pagi dan siang selalu terlalu cepat.
Andai dia bisa membeli waktu.
Andai dia bisa memecah diri...

Bintang-bintang di dalam semestanya bersinar lebih terang. Matahari melahirkan sembilan anaknya. Lautan tumpah ruah, mengalir deras ke mana-mana. Semua lebih cepat daripada kaki bisa membawanya. Semua lebih besar daripada kepala bisa menampungnya.

Bumi menggerus kepalanya bagaikan gasing.
Tak ada yang mampu menghentikan dia.

1 comment:

  1. Anonymous5:51 PM

    Tubuhnya diselimuti udara.
    Udara menyelusup ke dalam relung-relung dirinya yang terdalam. Yang tak tersentuh oleh tangannya yang dingin.
    Masuk ke pori-pori jiwanya dan menyergap setiap kepenatannya.

    Ia tahu.
    Udara tidak pernah meninggalkannya. setiap waktu, setiap saat.
    Dalam senang, dalam lelah, dalam gelap, dalam terang.. menjaganya dari keram dunia nyata yang tak berkesudahan.

    Udara ada bersamanya walau tak terlihat
    Udara menyayanginya dengan caranya sendiri.

    Dia dapat menjadi angin yang kencang menyerobot ketakutannya. atau menjadi angin sepoi-sepoi yang membuatnya terlena dalam kenikmatan setiap kata..

    Angin adalah sebentuk cinta milik udara.. yang bebas menelisik relung jiwanya....seperti dia adalah sebentuk kekuatan yang menjadi bagian dari dirinya.

    ReplyDelete