Google+ Followers

Tuesday, June 19, 2007

Etos Kerja

Pagi ini saya merasa khawatir salah seorang rekan saya, sebut saja AB tidak akan datang pada meeting di klien. Pasalnya, rekan AB sejak kemarin saya lihat kurang fit, batuk-batuk, dll, sementara pagi ini harus berangkat pagi-pagi sekali karena meetingnya di Sunter.

Ternyata AB, dan seorang teman lagi yang lain, sebut saja CD, dua-duanya hadir menemani saya meeting. Saya merasa sangat bersyukur dan saya langsung mengucapkan terima kasih kepada AB atas kedatangannya.

Kemudian saya mengetahui bahwa CD sedang dalam keadaan sakit juga. Bibirnya tampak pucat sekali, tidak seperti biasanya. Dia bahkan mengantongi sebuah surat sakit dari
dokter yang meminta dirinya istirahat selama dua hari karena gejala typhus. Seharusnya hari ini dia tidak datang, tetapi dia paksakan untuk meeting hari ini, kemudian mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada rekan lain, barulah dia bisa tenang beristirahat.

Saya merasa sangat kagum dengan etos kerja dari kedua rekan saya yang jauh lebih muda dari saya itu. Setelah meeting langsung saya traktir mereka berdua makan siang. They have come to save me today..

Coba kalau tidak ada mereka. AB bertanggung jawab penuh atas programming, dia harus ikut untuk menjelaskan kepada klien mengenai masalah teknis, sementara CD bertanggung
jawab dari sisi content setiap bagian dalam situs web. Mereka menunjukkan tanggung jawabnya meskipun dalam kondisi sakit.

Hal-hal kecil seperti ini seringkali akan luput dari perhatian pimpinan tertinggi atau employer. Hal-hal seperti ini menjadi bagian dari tanggung jawab seorang manajer, karena dia adalah bagian penting dalam hubungan antara karyawan (employee) dan Employer. Baca: manajer yang membuat perubahan.

Hal-hal seperti ini pun seringkali tidak terlihat dari luar. Mungkin ada yang mengira anak-anak ini dimanjakan, diajak jalan-jalan, dibayarin, dll... namun sebenarnya biaya-biaya untuk "pemanjaan" itu tidak sebanding dengan etos kerja mereka yang tinggi. Etos kerja tidak bisa dibeli. Etos kerja tumbuh di dalam hati. Mengikat hati, itulah yang sulit.

Kalau ada kesempatan berbicara, saya ingin katakan kepada mereka semua bahwa mereka, atau kami, adalah tim yang hebat. Dan saya sangat bangga kepada mereka. Saya pernah bekerja di beberapa perusahaan yang lain, dan jarang saya melihat etos kerja seperti ini.

Pada waktu outing sudah saya rasakan hal ini, dan dirasakan oleh bos saya juga. Tim ini solid, terdiri dari orang-orang pintar, muda, bersemangat, dan itu tadi.. beretos kerja tinggi. Sekarang kami jadi tahu orang-orang seperti apa yang akan kami rekrut, hal-hal apa yang menjadi perhatian utama dalam rekrutmen.

Tapi setelah kembali ke kantor hari ini saya agak kecewa. Kenapa hari ini banyak yang tidak masuk? What happens to etos kerja? Kok setelah outing malah pada sakit/ijin/dll?

No comments:

Post a Comment