Google+ Followers

Thursday, August 16, 2007

Nobar The Simpson


Kemarin jam 16.30 (yang biasanya masih dianggap sebagai jam kerja di kantor kami meskipun sudah banyak orang meninggalkan kantor pada jam segitu), kami bedol kantor dan menuju Setiabudi One. Entah terkena angin apa tiba-tiba saja bos kami yang baik hati itu ingin mengajak semua anak kantor nobar (nonton bareng) The Simpson Movie.

Meskipun aku sudah pernah nonton, aku tidak bisa menolak acara yang berlandaskan kebersamaan itu. Dipaksa dengan ancaman "Kalau gak ikut, potong gaji" siapa yang bisa menolak?

Kami membeli tiket sejak pukul 12 siang karena takut tidak mendapat tempat duduk yang berbarengan dalam rombongan besar (30 orang). Apalagi katanya Setiabudi One ramai banget karena sekarang hari Senin s.d. Jumat tiket menonton hanya Rp 15.000.

Ternyata, sesampai di bioskop menjelang jam pertunjukannya, isi bioskop tidak lebih dari orang kantor kami dan hanya beberapa orang lain saja (kalau tidak salah hanya 6 orang). Hal yang sama juga terjadi ketika aku nonton yang pertama kali di Kelapa Gading dua minggu yang lalu.

Pada waktu itu, saya sengaja datang pagi-pagi juga karena takut kehabisan. Sebab film itu sudah lama saya tunggu-tunggu. The Simpson adalah acara TV favorit saya dan sudah lama sekali tidak diputar di TV Indonesia. Tetapi, ternyata film itu tidak ramai tuh. Di dalam bioskop pun hanya beberapa orang saja. Dan tidak lama setelah itu pun film the Simpson tidak lagi diputar di Kelapa Gading.

Aku heran, kok animo pasar Indonesia begitu kecil terhadap The Simpson? Pada waktu nonton di Kelapa Gading pun perasaan aku sendiri tertawa terus, banyak penonton yang lain tidak terdengar tawanya. Nah, kalau nonton bareng teman-teman kantor lebih seru, lebih ramai.

Karena itu, ketika Kompas menurunkan artikel tentang The Simpson Movie hari minggu kemarin, saya ikut senang. Secara tak langsung pasti tulisan itu akan mengangkat penjualan the Simpson. Saya curiga juga artikel itu yang jangan-jangan mempengaruhi bos kami untuk mengajak kami nonton. Film yang laku keras di AS itu ternyata tidak terlalu laku di sini. Kenapa ya?

No comments:

Post a Comment