Google+ Followers

Tuesday, August 14, 2007

Para Pengundang yang Tidak Rela

Bagaimana rasanya kalau Anda diundang ke suatu tempat.. terus sesampai di sana pintunya tertutup. Boro-boro Anda disambut, malah Anda disuruh kembali lagi untuk mengambil kunci atau kartu pass dll agar bisa masuk.

Itulah yang saya rasakan ketika mengklik beberapa iklan yang saya anggap menarik beberapa hari yang lalu. Baru dalam satu hari browsing, sudah ketemu 3 pengundang yang tidak rela itu. Pertama, iklan Toyota Ecology yang saya anggap menarik di Detik. Saya klik lah.. dan apa yang saya dapat... adalah halaman berikut ini.

Lalu ketika saya membuka Kompas.co.id dan penasaran dengan iklan Awas Kecolongan yang sudah lama heboh itu, eh saya malah ditolak. "Anda tidak boleh masuk karena Anda tidak memakai dress code yang pantas." Seolah-olah begitu. Berikut ini halaman yang tampil.

Berapa banyak orang yang mau mendownload aplikasi tertentu untuk melihat suatu content yang sifatnya promosi? Content tersebut adalah content yang di-drive oleh pemilik brand, bukan oleh user. Ingat lho, user tidak butuh. Anda yang butuh user untuk melihat. Makanya Anda pasang iklan mahal-mahal untuk mengundang orang datang. Ketika orang sudah susah-susah datang.. (hanya berapa persen dari orang yang view iklan banner itu melakukan klik), eh apa yang didapatnya...

Itulah.. saya tidak habis pikir...

Begitu membuka koran kompas, saya ketemu iklan yang sangat menarik. Langsung saya klik karena kebetulan lagi online. (berapa banyak orang yang bisa online langsung pada hari minggu ketika membaca koran? Tidak banyak...)

Dan berapa banyak orang yang mau download aplikasi tertentu. Selain memberatkan bandwidth, dilarang IT, download takut membawa virus dll, orang tidak mau membuang waktu untuk sesuatu yang di-drive oleh company. They don't need it dan they don't seek for it.

Unless dia seorang designer, atau dia seorang pengamat IT atau pengamat iklan, yang berkepentingan untuk melihat iklan tersebut demi pekerjaan, saya rasa orang tidak akan melakukan segala kerepotan hanya karena penasaran.

No comments:

Post a Comment