Google+ Followers

Monday, November 19, 2007

Clients ... Clients....



For most instance, clients are our boss. We work hard to satisfy our clients, to maintain our job. I've worked with so many type of clients. Dalam skala yang extreme, client bisa digolongkan menjadi client yang cooperative di ujung yang satu dan client yang tidak fair di ujung yang lain.

Client yang koperatif artinya: mendukung usaha kerja bersama untuk menghasilkan hasil yang terbaik untuk mereka juga. Client seharusnya mempercayakan kepada konsultan yang sudah mereka pilih, untuk memberikan solusi yang terbaik untuk kepentingan bisnis mereka. Client yang seperti ini akan mendukung sepenuhnya dengan memberikan materi yang diperlukan, contact person yang bisa dihubungi, dan segala hal untuk mendukung pekerjaan.

Client yang koperatif mengerti arti win-win. Win-win berarti dua belah pihak sama-sama win. Win-win tidak berarti menekan sebisa mungkin konsultan untuk mendapatkan hasil maksimal. Win-win tidak berarti mengeksploitasi haknya sebagai klien untuk selalu menekan konsultan/supplier.

Di sisi lain client yang tidak fair adalah sebaliknya. Mereka-mereka ini biasanya dari golongan bukan manajerial yang selalu mendapat tekanan dari atasannya. Sehingga,
sebagai pelampiasannya, mereka selalu menekan supplier/konsultan. Ada juga mereka yang masih belum lama bekerja, belum berpengalaman dan belum dewasa dalam tindakan mereka.

Misalnya: mereka memberikan jadwal yang tidak masuk akal, mereka selalu mencari kesalahan (terkadang untuk menutupi kesalahan mereka sendiri), mereka pandai mengadu, dan selalu memberikan tekanan. Akibatnya, si supplier selalu bekerja dalam kondisi emosi. Hal ini bisa menyebabkan solusi yang diberikan tidak maksimal, yang menurut saya merugikan buat si client/buyer juga.

Sebagai orang yang berdiri di sisi supplier/vendor, maka kita bersikap maklum saja dengan memahami sifat-sifat klien tersebut. Satu hal yang sangat penting adalah jangan sampai terbawa emosi yang berlebihan. Bisa berakibat fatal. Sabar saja, lampiaskan emosi di tempat lain, dan kembali bekerja kembali dengan semaksimal mungkin dan seadil mungkin. Dan sebagai seorang pimpinan project, harus bisa-bisa menyemangati team, agar jangan sampai mereka kehilangan semangat. Karena sudah bekerja sebaik mungkin namun selalu mendapatkan kritikan dan tekanan yang tak ada habisnya, sebaliknya tidak pernah mendapat kredit atas jerih payah mereka.

No comments:

Post a Comment