Google+ Followers

Monday, November 19, 2007

Mengelola Crowd menjadi Community

Setiap bulan kunjungan ke PortalHR.com selalu meningkat. Bahkan dua bulan terakhir ini (September dan Oktober) tingkat kunjungan per bulan sudah dua kali lipat kunjungan bulan Januari 2007. Ini menunjukkan portal tumbuh dengan sehat, tanpa kegiatan promosi yang lebih banyak dibanding Januari 2007, tingkat kunjungan terus
meningkat seiring dengan waktu.

Hal ini terjadi karena content dan fitur di PortalHR.com terus diperbarui. Saat ini pun kami sudah mempunyai rencana untuk menambah beberapa fitur baru sepanjang tahun
2008.

Pertanyaan selanjutnya setelah kita berhasil menarik crowd ke tempat kita adalah apa yang akan kita lakukan dengan crowd itu. Orang marketing akan berpikir bagaimana
menjadikan crowd ini menjadi uang? Sementara aku lebih berminat untuk menjadikan crowd menjadi community. Mengapa demikian, karena bila community sudah terbentuk, value-nya menjadi tidak ternilai.

Orang-orang sering menyebut web mereka sebagai komunitas, hanya karena banyak orang berkumpul di situ. Tapi hati-hati... apakah kelompok orang itu mempunyai suatu ikatan khusus yang menjadikan crowd menjadi community?

Beberapa cara yang bisa meng-convert crowd menjadi community:

1. Interaktivitas
Untuk membangun komunitas online itulah, banyak situs saat ini menggunakan konsep web 2.0. Inti dari web 2.0 adalah keterlibatan user/visitor yang sangat besar. Misalnya Detik.com meluncurkan Detikforum dan fitur-fitur interaktif lainnya seperti Suara Pembaca, dll. Bahkan New York Times menambahkan fitur yang membolehkan user mengomentari artikel online-nya. Interaksi dengan user dipercaya menjadi salah satu cara ampuh me-retain atau membuat pengunjung kembali lagi.

2. Aktivitas Offline
Saya percaya aktivitas offline adalah salah satu cara menjalin ikatan yang kuat

3. Intense Communication
Sering berkomunikasi juga pasti akan meningkatkan ikatan tersebut.

Ada saran lain?

No comments:

Post a Comment