Google+ Followers

Wednesday, November 21, 2007

Neraka Abadi di Jembatan Tiga

Di antara semua berita yang besar-besar di Kompas hari ini, saya malah membaca duluan berita kecil di halaman Metropolitan yang berjudul "Kemacetan di Jembatan Tiga Terus Berlangsung."

Bayangkan, sejak Agustus 2007 terjadi kebakaran yang mengenai loket tol itu, hingga kini ternyata belum diperbaiki. Dan perbaikan itu ternyata memakan waktu 6 bulan. Oh my God... sampai kapan derita ini? Dan ini belum termasuk kemacetan karena busway. Kasian deh lo.

Jakarta, Kompas - Hingga Selasa (20/11) sudah 106 hari atau tiga bulan lebih jalan Tol Jembatan Tiga, Jakarta Utara, belum juga diperbaiki. Penyempitan lajur jalan karena kerusakan menyusul kebakaran pada 7 Agustus lalu menyebabkan kemacetan hingga lima kilometer setiap hari di ruas Ancol-Pluit. Kondisi itu akan terus menyiksa para pengguna jalan tol hingga selama empat bulan ke depan.

Kemacetan parah biasanya terjadi pada pukul 16.00-19.00, di mana penumpukan kendaraan terlihat antara Kilometer 19 dan Km 24. Di luar jam-jam tersebut, lalu lintas macet hanya sejauh dua kilometer. Ruas tol yang biasanya terdiri dari tiga lajur telah dipersempit secara berjenjang, yakni menjadi dua lajur terus menjadi satu lajur antara Km 24+200 dan Km 24+600.

Ruas tol layang Cawang-Tanjung Priok-Pluit dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Manajer Divisi Pelayanan dan Pemeliharaan CMNP Bagus Medi Suarso mengatakan, saat ini proses tender sedang berlangsung yang diikuti enam kontraktor besar yang mempunyai reputasi internasional. "Pekerjaan fisik akan dimulai pekan ini," kata Bagus Medi.

Dijelaskan, pekerjaan fisik itu akan meliputi pembongkaran 19 gelagar. Sebab, kondisi gelagar itu sudah rusak parah, tidak saja pada lapisan betonnya, tetapi juga karena besi pengikat di dalam gelagar itu sudah lentur.

Selain itu, ada delapan gelagar rusak sedang, tetapi tidak perlu dibongkar kecuali cukup dilaburi semen beton. Besi beton yang mengikat gelagar dari dalam masih berfungsi baik, kondisinya tidak mengkhawatirkan.

Bagus Medi mengatakan, sekalipun 19 gelagar harus dibongkar, takkan ada penutupan jalan, baik jalan tol maupun jalan arteri di sekitarnya. Penyempitan lajur jalan tetap berlangsung selama pekerjaan belum rampung dan itu diperkirakan akan berlangsung paling cepat empat bulan.

No comments:

Post a Comment