Google+ Followers

Monday, June 02, 2008

Baru Saja Selesai Membaca "Kite Runner..."


Buku ini adalah buku yang sangat dahsyat. Membaca buku ini membuatku teringat kembali betapa menyenangkan membaca. Betapa beruntung aku bisa membaca dan memasuki dunia keindahan yang satu ini. Keasyikan ini tidak akan tergantikan dengan menonton film ataupun hiburan lainnya karena masing-masing mempunyai keindahannya sendiri.

Kite Runner adalah novel berlatar Afghanistan yang ditulis oleh seorang keturunan Afghanistan dalam bahasa Inggris. Buku ini mendapat banyak penghargaan di seluruh dunia dan disebut sebagai buku terlaris sepanjang tahun 2005 dalam pengantar buku versi terjemahan bahasa Indonesianya yang diterbitkan Mizan.


Bagaimana penjualannya di Indonesia? Sepertinya buku ini tidak terlalu heboh. Apalagi film-nya yang dipasarkan tahun 2007 entah mengapa tidak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Film dengan judul yang sama dengan bukunya juga dilarang di Afghanistan, karena terdapat adegan perkosaan dan juga menggambarkan pertikaian kelompok-kelompok di sana.


Meski sudah membaca bukunya dan puas menangis pada bagian-bagian tertentu dan terkesima pada bagian lainnya, kurasa aku masih sangat penasaran ingin menonton filmnya. Banyak adegan dalam novel yang akan sangat indah difilmkan, seperti pernikahan khas Afghanistan, mesjid terbesar di dunia di Islamabad, festival layang-layang di Kabul pada masa itu, kota-kota di Pakistan, kota-kota dan budaya moslem, untuk menyebut beberapa di antaranya.

Aku yakin pembuat film ini tidak akan semalas pembuat film Ayat-Ayat Cinta yang hanya shooting di beberapa tempat di India untuk melukiskan banyak tempat indah di Mesir seperti Sungai Nil dll. Apalagi film ini mendapat nominasi Academy Award. Kayaknya aku harus mencari DVD-nya di Ambas hehehe...

Selain ceritanya yang dahsyat: cerita tentang persahabatan yang sangat kuat dan menyentuh, novel ini juga disampaikan dengan bahasa yang sangat bagus. Aku sangat suka cara penulis menceritakan kisah yang hebat ini dengan banyak menggunakan analogi-analogi yang cerdas dan original. Tak heran bila aku tak berhenti terkesima sambil membaca. Bagaimana dia bisa menulis sebagus itu... untuk sebuah novel pertama, novel ini memang luar biasa.

Apalagi profesi penulis sehari-hari adalah seorang dokter di Amerika. Dia telah kembali ke Afghanistan untuk melakukan riset sehingga semua peristiwa sejarah yang menjadi setting cerita ditulisnya dengan rinci dan gamblang. Mudah dipahami. Kita dengan mudah mengikuti dan dibawa ke Afghanistan. Sebuah negara yang sangat unik dan antik, dengan berbagai persoalan yang seolah tak pernah berhenti, namun masyarakatnya selalu bisa menghadapi kehidupan dengan cara mereka sendiri. Sehingga biar bagaimana pun, mereka selalu merasa bangga menjadi seorang Afghan.

Bacalah buku ini, bersiaplah untuk terharu, bersiaplah untuk menangis. Semoga semakin banyak novel-novel seperti ini.

(foto dari film Kite Runner dari imdb.com)

5 comments:

  1. Hiks... hiks... Gua dah baca novel ini, bagus banget. Sampai nangis2 gak jelas. Bagus banget... bagaimana penulis menceritakan betapa tulusnya hati seorang bocah....

    ReplyDelete
  2. Mei, filmnya nggak secantik bukunya! Ekspressi actornya tidak begitu menggigit. Tapi yah bolehlah.

    ReplyDelete
  3. Hai Anny, ternyata elu masih setia mengunjungi blog gw hehehe. Dan meski tinggal di desa nun jauh di Amrik sana, elu masih tetap rajin membaca buku bermutu hehehe. Salam...

    ReplyDelete
  4. setuju. aku ampe nangis berkali-kali hehehehe...

    penjualannya cukup oke kok. dalam sebulan udah cetakan kedua. tp yg cetakan kedua ini kemudian nggak laku sampe habis. anehnya, tetap ada cetak ulang berikutnya dgn sampul yg berbeda, dan diembel-embeli bahwa ini segera difilmkan.

    ReplyDelete
  5. Mei, g bukan di desa lagi. Sekarang dah di kota lagi tinggalnya, nggak segede new york or chicago, tapi lumayan gede lagi. Dipeta keliatan kok, heheheh.

    Makanya sering2 nulis dong, biar sering dikunjungi.

    ReplyDelete