Google+ Followers

Wednesday, January 14, 2009

South Korea Trip (1): Incheon - Gapyeong


Pada hari Jumat 24 Oktober 2008 berangkatlah kami berempat. Aku masih ngantor hari itu. Pulang agak pagian dan buru-buru bersiap menuju bandara. Tentu saja semuanya sudah disiapkan sebelumnya sebelum ke kantor.

Packing pun sudah dimulai beberapa hari sebelumnya. Mengenai packing ini juga salah satu bagian yang seru dari suatu perjalanan. Menentukan pakaian apa yang harus dibawa, barang-barang apa saja yang perlu disiapkan, apakah di sana dingin atau panas, dll. Kalau boleh aku kasih saran soal pakaian: bawalah pakaian-pakaian berwarna cerah agar bagus ketika difoto, dan yang paling penting adalah sesuaikanlah dengan suhu udara di sana.

Kami membaca di situs web suhu paling dingin sekitar 10-15 derajat (di gunung). Itu berarti suhu rata-rata 15 derajat Celcius. Ah, masih bisa lah.. gak seberapa. Baju tidak perlu yang tebal-tebal. Bawa aja syal dan jaket. Topi kupluk perlu juga buat naik gunung.



Tanggal 25 November (hari Sabtu) pagi pesawat kami mendarat di bandara Incheon, kota ini terletak kira-kira 45 menit dari Seoul, mungkin seperti Jakarta dan Tangerang. Kami berangkat Jumat malam jam 20.00, tiba di Kuala Lumpur 23.00 waktu KL, transit dua jam, pukul 01.00 berangkat ke Korea. Sekitar jam 08.00 waktu Korea tiba di Incheon. Perbedaan waktu Korea dengan Jakarta dua jam. Nah itung sendiri deh tuh berapa jam penerbangan kami.

Penerbangannya cukup menyenangkan. Kami naik Malaysia Airlines (MH) karena tiketnya paling murah. Meskipun harus pake transit, jam berangkat dan jam tibanya paling efektif mengingat kami hanya punya waktu 10 hari untuk travel. Kami semua adalah pekerja kantoran yang mendapat cuti hanya 5 hari kerja. Sisanya dua kali wiken,
sehingga total bisa pergi 10 hari. Dikurangi perjalanan pulang pergi 2 hari, jadinya sebenarnya jalan-jalannya hanya 8 hari.

Karena penerbangannya malam, paling efektif waktu dihabiskan dengan tidur. Soalnya, begitu tiba di Incheon kami sudah harus mulai dengan perjalanan berikutnya. Tidak ada istirahat, tidak check in dulu atau apa. Langsung tancap gas.

Karena itulah, begitu tiba di airport yang maha megah itu---airportnya bagus lho btw---cewek-cewek ini semua langsung spend time yang lamaaaa di kamar mandi yang juga maha bersih. Karena kita tidak punya waktu untuk mandi, sejak hari Jumat lho, dan diperkirakan baru akan bisa mandi hari Sabtu malam ketika check in di hotel, maka pada hari Sabtu pagi itu kami pun segera membersihkan diri dengan tissue, cuci muka, sikat gigi, bedakan, semprot parfum dan pake deodorant, dll. Sampai-sampai, saking lamanya, kami dimarahi petugas kebersihan, seorang ibu-ibu Korea, dengan bahasa Korea tentu saja. Kami manggut-manggut saja, karena enggak ngerti apa yang dia omelin.

Bandara itu sepi. Mungkin karena saking besarnya, tidak banyak orang yang terlihat. Satu jam ada kali kita di toilet. Dasar perempuan-perempuan yang gak bisa lihat ada toilet bersih dan mewah. Langsung deh berlama-lama di situ.

Setelah keluar dari toilet kami merasa agak kebingungan. Apa yang harus dilakukan. Kami hanya tahu bahwa kami harus naik bus menuju Gapyeong. Tapi naik busnya di
mana? Haltenya di mana? Ya udah, nyari deh kita di sepanjang bandara yang maha luas itu.

Perasaan asing mulai terasa. Asing karena tempat itu dikelilingi bahasa-bahasa asing dan orang-orang yang asing meskipun wajahnya tidak beda-beda banget dengan kita. Tempat ini menimbulkan perasaan seperti ketika pertama kali aku pergi ke Taipei. Banyak hal yang terjadi kemudian juga mengingatkan aku pada Taipei, dan aku pun mendadak kangen.

Untunglah suhu di bandara sangat hangat. Ketika pesawat hendak mendarat, pilot mengumumkan bahwa suhu di darat 14 derajat Celcius. Di dalam bandara terasa sangat
hangat. Kami semua langsung, "Hah? Yang bener aja... segini dibilang 14 derajat?" Semua pada kepanasan dan membuka jaket.

Tetapi begitu keluar dari gedung bandara untuk mencari bis, ternyata udara di luar sangat dingin. Sudah mengenakan jaket pun ternyata masih kurang. Kami menggigil di luar dan segera mencari halte yang tertutup agar terlindung dari angin. Sepertinya yang dingin itu adalah angin yang kencang, dari suhu udara saja seharusnya 14 derajat tidak terlalu dingin.

Setelah bertanya sana-sini dengan agak susah (karena tidak banyak yang bisa berbahasa Inggris) kami pun mengetahui di mana harus membeli tiket bis dan menunggu
bis untuk ke Gapyeong. Dari Gapyeong rencananya kami akan naik bis lagi menuju Pulau Nami. Petualangan pun dimulai!


to be continued

4 comments:

  1. Perasaan asing mulai terasa. Asing karena tempat itu dikelilingi bahasa-bahasa asing dan orang-orang yang asing meskipun wajahnya tidak beda-beda banget dengan kita. => BoddoRRR,, ;p

    ReplyDelete
  2. maka pada hari Sabtu pagi itu kami pun segera membersihkan diri dengan tissue, cuci muka, sikat gigi, bedakan, semprot parfum dan pake deodorant, dll. Sampai-sampai, saking lamanya, kami dimarahi petugas kebersihan, seorang ibu-ibu Korea, dengan bahasa Korea tentu saja. Kami manggut-manggut saja, karena enggak ngerti apa yang dia omelin. => Bodorr lagi,, ;p

    ReplyDelete
  3. Setelah keluar dari toilet kami merasa agak kebingungan. Apa yang harus dilakukan. Kami hanya tahu bahwa kami harus naik bus menuju Gapyeong. Tapi naik busnya di
    mana? Haltenya di mana? Ya udah, nyari deh kita di sepanjang bandara yang MAHA LUAS itu.=>BodoR again,,, hahahaa,,

    ReplyDelete
  4. hahahaha Bodor abiss... Alias Konyol....

    Thanks Potatoesnose for visiting :)

    ReplyDelete