Google+ Followers

Tuesday, October 13, 2009

Mui Ne, a little city full of resorts which sales sand dunes as main tourism object



Waktu yang sempit dan godaan melihat kota antah berantah yang masih jarang dilihat orang membuat kami akhirnya memilih Mui Ne dari sekian banyaknya pilihan tujuan wisata di Vietnam. Dari "terminal pariwisata" Vietnam di Pham Ngu Lau, banyak kota tujuan wisata yang bisa Anda pilih. Dari selatan ke utara: Mui Ne, Da Lat, Nha Trang, Hoi An, Da Nang, Hue, Ha Noi, Halong Bay, dan Sapa. Semuanya mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Ke arah barat Anda bisa memilih kota-kota di Cambodia, tapi di tulisan ini mari kita fokuskan pada Vietnam saja.

Karena semua kota di atas terletak dalam satu daratan yang sama, jadi semuanya bisa ditempuh lewat perjalanan darat, dengan kereta atau bis. Menariknya di Vietnam, Anda bisa membeli tiket bis yang disebut open bus ticket. Artinya, Anda bisa beli dari Ho Chi Minh City sampai paling ujung (Ha Noi) dan bisa berhenti di kota-kota yang dilewati tanpa batas waktu. Informasi jadwal bus ke kota-kota tersebut sangat mudah diperoleh di agen-agen tour, bahkan bisa disearch di Google. Dengan mengetahui jadwal bus ini sangat memudahkan dalam penyusunan itenerary (rencana perjalanan).

Mui Ne, 4-5 jam dari Ho Chi Minh City, adalah yang paling dekat. Mui Ne menawarkan wisata antara lain: pantai kampung nelayan (Fishing Village), White Sand Dunes, Lotus Lake, dan Yellow Sand Dunes.

Da Lat, sekitar 6-7 jam dari Ho Chi Minh City menjual wisata pemandangan alam nan hijau dan air terjun seperti Datania Waterfalls, Prenn waterfalls, Bao Dai Summer Palace, Valley of Love dan Buddhist meditation monastery. Semuanya dapat di-google untuk melihat foto-fotonya.

Nha Trang adalah kota pantai. Tahun 2008 tempat ini pernah menjadi host Miss Universe 2008 dan rencananya akan menjadi host (tuan rumah) Miss World 2010. Tour Nha Trang biasanya berarti mengunjungi pulau-pulau di dekatnya, Mun Island dan Mot Island, snorkeling, serta mengunjungi fishing village. Nha Trang dapat dicapai dengan 8 jam naik bus dari Ho Chi Minh City.

Wisata Hoi An biasanya disatukan dengan Da Nang dan Hue, karena sudah dekat. Jarak Ho Chi Minh City sampai Hue kira-kira 22 jam perjalanan dengan bus. Kota-kota ini sudah kami eliminir dari awal karena jaraknya tidak memungkinkan mengingat waktu kami di Vietnam hanya 4 hari. Untuk perjalanan darat tidak memungkinkan waktunya, kecuali naik pesawat.

Ho Chi Minh City - Ha Noi pernah saya tempuh dengan kereta selama 32 jam. Dengan bus kurang lebih sama waktunya. Itu sudah tidak menjadi option untuk kali ini. Satu-satunya cara ke Ha Noi adalah naik pesawat, namun karena budget tidak mencukupi, maka akhirnya kami memilih yang dekat-dekat saja. Dengan berbagai pertimbangan (karena masih mau explore Saigon juga), akhirnya pilihan kami jatuh pada Mui Ne. Sebuah kota di pinggir pantai juga, yang ternyata, penuh dengan resort.

Tidak mengherankan karena jaraknya yang tidak jauh dari Ho Chi Minh City, membuat kota kecil ini dapat berkembang menjadi sebuah tujuan wisata. Bila dilihat gambar Vietnam di peta, negara ini panjang dan sempit, kalau kita berjalan terus ke arah timur, pastilah bertemu dengan pantai. Itu berarti, pantai di Vietnam banyak sekali. Coba saja google "beaches in Vietnam" bila Anda menyukai wisata pantai, maka tinggal dipilih saja dengan melihat foto-foto di hasil search. Sebenarnya Vung Tau adalah kota pantai terdekat dengan Ho Chi Minh City, tapi sayang kami tidak sempat ke sana.

Kami memilih Mui Ne karena dari hasil google, terlihat foto-foto gurun pasir yang eksotis. Tidak perlu jauh-jauh ke Sahara, kita bisa melihat "Sahara Kecil" di sini. Di Indonesia katanya juga ada gurun pasir Parangkusumo di Jawa Tengah, tetapi ketika saya search tidak banyak informasinya, bahkan tidak ada fotonya.

Jadi tanggal 24 September malam 20.30 kami pun berangkat ke Mui Ne. Tidak mau repot, kami membeli tour di Sinh Cafe (yang berganti nama menjadi Sinh Tourist) yang sudah termasuk bus pp, menginap di Mui Ne resort milik Sinh Cafe (2 malam), makan, dan tour di Mui Ne. Tour setengah hari meliputi Fishing Village, White Sand Dunes, Lotus Lake dan Yellow Sand Dunes. Total biaya sekitar 700 ribu rupiah.

Kami tiba di Mui Ne resort tengah malam. Sebenarnya agak sayang juga sih boros biaya hotel satu hari, tapi tak apalah, toh kami juga harus mencari hotel bila malam itu menginap di Saigon dan baru berangkat besoknya. Karena berangkat malam, kami ternyata mendapat sleeping bus. Inilah pertama kalinya saya mencoba sleeping bus Vietnam yang spektakuler itu. Bis ini tidak ada yang duduk, semua penumpang harus berbaring, karena langit-langitnya rendah, tidak memungkinkan untuk duduk apalagi berdiri. Bila pegel bisa berdiri di lorong tempat duduk. Sebelumnya, pada waktu browsing sudah pernah menemukan video tentang bis seperti ini di youtube, dan berharap saya tidak perlu naik bis ini, ternyataaa... nasib akhirnya mempertemukan juga saya dengan bis ini. (Coba saja search "Sleeping bus in Vietnam" di youtube, banyak sekali hasil videonya).

Ketika naik ke bus, kita harus melepaskan alas kaki, seperti masuk mesjid saja. Lalu sopir memberikan kita sebuah kantong plastik untuk menyimpan sepatu kita dan kita pun dapat meletakkannya di tempat duduk (tidur) kita. Setelah memberikan plastik, sang sopir mencatat tujuan kita untuk nanti dibangunkan ketika sudah sampai. Hebat kan?

Tetapi dasar tidak biasa, sepanjang perjalanan 4 jam lebih itu saya tidak bisa tidur. Sebelah-sebelah kami sudah tertidur dan mengorok, kami masih mengobrol dan ketawa-ketiwi. Padahal sudah kurang tidur dari semalam, tidak jatuh-jatuh tidur juga saking tidak biasa dengan busnya. Saya terheran-heran, bus seperti ini produksi atau hasil kreasi negara mana ya? Kayaknya kecil kemungkinan bikinan Vietnam sendiri. Ketika saya cerita ke seorang teman, katanya China juga punya bus seperti itu. Mungkin saja produksi China kali ya?

Apa saja yang dilakukan di Mui Ne? Ternyata, selain tour ke tempat yang saya sebutkan tadi, memang tidak ada apa-apa lagi tentang Mui Ne. Pantainya lumayan, tidak begitu bagus. Ombaknya besar. Kita bisa "berenang" alias main ombak di sini. Setelah itu lanjut berenang di kolam renang resort. Cukup menyenangkan.

Setelah sebuah kota yang sangat bising, hiruk-pikuk, dengan tingkat bahaya yang tinggi di lalu-lintas, tiba di Mui Ne bagaikan mendarat di surga. Tiada lagi bunyi klakson. Hanya ada debur ombak yang membuai.

Selanjutnya, untuk tour-nya, lumayan. Pantai Fishing Village cukup bagus. White Sand dunes dan Yellow Sand Dunes juga cukup indah, eksotis. Sayangnya waktu kami datang cuaca mendung. Sempat hujan pula di White Sand Dunes, sehingga waktu habis hanya menunggu hujan. Untunglah masih sempat menikmati sebentar setelah hujan berhenti. Ya, selama kami di Vietnam hujan terus. Setelah pulang, terdengar berita ada badai besar yang memakan korban cukup banyak di Vietnam tengah.

Selanjutnya, mengenai tempat-tempat tadi, mudah-mudahan foto-foto di bawah ini cukup untuk bercerita.

















1 comment: