Google+ Followers

Wednesday, September 15, 2010

Susur Pantai Selatan September 2010 #3 (Pelabuhan Ratu - Pemeungpeuk - Cilacap - Nusakambangan)



10 September 2010 (sore/malam)

Akhirnya... akhirnya... setelah stress sepanjang jalan, sekitar pukul 17.30 kami tiba di Sindangbarang. Sebelum masuk Sindangbarang (dari arah Agra Binta) kita harus melewati dua jembatan yang cukup bikin deg-degan. Jawa Barat memang memiliki banyak sekali sungai, itulah sebabnya banyak nama tempat diawali kata Ci yang berarti sungai. Jembatan sebelum Sindangbarang hanya bisa dilewati satu mobil, jadi harus menunggu apabila ada mobil dari arah sebaliknya. Setelah jembatan pertama, jembatan kedua lebih mengerikan, karena ada kayu-kayunya yang lepas... hiiiii seremmmm......



Setelah berhasil lewat jembatan itu, masuklah kami ke kota Sindangbarang, disambut dengan sebuah mesjid besar dan alun-alun yang luas. Tampaknya kota ini lebih besar dan berkembang dibanding tempat-tempat yang baru kami lewati. Kami mampir di sebuah warung kopi dekat alun-alun.

Bapak dan ibu pemilik warung kopi itu sangatlah ramah. Kami pun menceritakan pengalaman yang baru saja kami alami, ketakutan dan keseruan yang kami rasakan.
"Yah, itung-itung latihan mental," kata bapak tua pensiunan Koramil yang bijak itu. Kami diberitahu bahwa setelah Sindangbarang jalanan sudah bagus, mulus, jalan beton dan hot mix. Wah, syukurlah... syukurlah... Kalau tidak, kami mungkin akan memutuskan untuk berbelok ke atas, tidak lagi melintasi jalur selatan.

Di warung kopi itu kami mempertimbangkan untuk menginap di Sindangbarang karena hari mulai gelap. Namun karena perjalanan masih jauh, setelah berembug, keputusannya adalah lanjut. Kalau bisa sampai ke Pameungpeuk. Mengingat jalan sudah bagus, tampaknya kita bisa lebih cepat. Sekitar 3-4 jam mungkin sudah bisa tiba di Pameungpeuk dan menginap di sana. Pelabuhan Ratu - Sindangbarang telah kami tempuh dalam waktu 10 jam (08.00-18.00).

Ternyata, bapak itu benar. Sindangbarang-Cidaun jalannya mulus. Sekitar 45 menit kami sudah masuk Cidaun. Sebelum Cidaun sempat ada banjir namun untunglah bisa dilewati. Sepanjang jalan, bila ada sedikit jalan jelek/lubang, selalu saja ada beberapa pemuda berdiri di sekitar lubang/jalan jelek itu untuk meminta sumbangan. Demikian pula di tempat banjir itu. Masalahnya mereka tidak terlihat waktu di jalan jelek yang panjang itu... yah, bisa dimaklumi karena di situ juga tidak banyak kendaraan yang lewat.

Cidaun-Pameungpeuk jalan cukup bagus, hanya sedikit jalan jelek, berbatu-batu. Tampaknya the worst is over. Sepanjang Sindangbarang-Pameungpeuk banyak sekali melewati jembatan di atas sungai. Jembatan-jembatan sepanjang jalan ini sudah bagus dan megah, tidak seperti sebelum Sindangbarang.

Kami tiba di Pameungpeuk sekitar pukul 20.30. Perut lapar membuat kami langsung mencari warung. Di sebuah tenda nasi goreng pinggir jalan kami bertanya tentang penginapan di Pameungpeuk. Kami direkomendasikan menginap di ANB Hotel & Resort. Tarifnya, katanya paling murah Rp 100.000 per malam.

Sesampai di ANB, ternyata tarif malam itu untuk kamar paling murah (tipe minimalis) adalah Rp 300.000 semalam. Ternyata tarif 100.000 adalah tarif normal. Untuk akhir pekan 200.000. Lebaran 300.000. Wakssss.... tapi mau gimana lagi, daripada di penginapan-penginapan kecil, ada sih penginapan kecil yang masuk-masuk gang, tapi sulit untuk parkir mobil. Hotel ANB cukup bagus, satu kamar kami bisa bertiga, sehingga satu orang hanya 100.000.

Hotel itu ternyata cukup besar dan bagus. Kami heran kok bisa ada hotel sebagus ini, di sebuah kota yang bahkan belum pernah kami dengar namanya sebelum ini? Di hotel ini ada kolam renang, taman bermain anak dan sebuah danau buatan dengan bungalow-bungalow yang menghadap danau buatan itu. Cukup indah di waktu malam. Tarif bungalow itu kalau tidak salah di atas 500.000 waktu lebaran, kami memilih yang paling murah, yaitu yang minimalis. Tidak ada AC, ada sebuah TV dan kipas angin mungil. Oya, dan dapat breakfast lho, dan breakfastnya enak...



Pameungpeuk terletak di kabupaten Garut, objek wisata yang terkenal di sini adalah pantai Santolo, 6 km dari kota. Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi pantai itu, cukup menikmati dari Google image saja.

Hotel ANB adalah satu-satunya hotel besar di daerah itu, sampai-sampai kami penasaran dan bertanya, kenapa namanya ANB? Keesokan paginya ketika siap-siap berangkat kami berkesempatan bertemu dengan ownernya. Ternyata ANB adalah singkatan dari Aneka Ban, yang punya hotel ini adalah beberapa pengusaha ban di kota itu. Sebuah toko ban bernama Aneka Ban ternyata ada di seberang hotel.

Pak Haji pemilik ANB terheran-heran ketika mengetahui "ekspedisi" yang kami lakukan ini. "Mobilnya apa?" adalah pertanyaannya yang pertama. Begitu mendengar Livina dia langsung berkomentar "Wah tidak cocok, seharusnya mobil 4wd." Yah, seandainya kami tahu jalannya seperti itu, pak...

Di Pameungpeuk itulah kami menyadari, rencana kami untuk sampai ke Dieng terlalu ambisius. Menurut rencana, malam ini seharusnya sudah tiba dan menginap di Dieng. Besok sudah tanggal 11 September, mana sempat ke sana, sementara kami sudah harus pulang tanggal 13, karena tanggal 14 September saya sudah harus masuk kantor. Sepertinya memang lebih masuk akal dari Pameungpeuk langsung menuju Cilacap, karena masih berada di jalur selatan. Rencananya baru setelah dari Dieng kami menuju Cilacap. Di Cilacap kami akan bergabung dengan beberapa teman lagi yang berangkat dari Jakarta ke Cilacap dengan cara yang lebih heroik lagi, naik kereta ekonomi.

Karena memutuskan tidak jadi ke Dieng, keesokan harinya di Pameungpeuk kami agak santai. Dua orang teman kami menyempatkan berenang di kolam renang hotel. Saya membaca dan menjemur pakaian yang basah di pagi yang cerah itu.

(bersambung)

6 comments:

  1. hi.. masih nyimpen no telpon hotel anb?
    thx

    ReplyDelete
  2. Hi... Ini nomornya: 0262 521270

    ReplyDelete
  3. Anonymous2:57 PM

    aku tunggu cerita ini sampe ke kampungku cilacap bercahaya......,

    ReplyDelete
  4. Siip di edisi keempat tiba di cilacap tuh...

    ReplyDelete
  5. Mantap perjalannannya di tunggu kedatangannya lagi ke pameungpeuk pmp, thanks

    ReplyDelete
  6. siiiip...suatu saat mampir yaa..ke tempat kami ..penginapan karanglaut pantai santolo sayangheulang pameungpeuk garut hp 082129705000....hehehehh

    ReplyDelete