Google+ Followers

Thursday, September 16, 2010

Susur Pantai Selatan September 2010 #5 (Pelabuhan Ratu - Pemeungpeuk - Cilacap - Nusakambangan)



11 September 2010 (malam)

Karena hari sudah malam, kami tidak membiarkan diri kami berleha-leha terlalu lama di Pangandaran. Empat puluh menit kemudian kami cabut, meneruskan perjalanan ke Cilacap untuk menginap di sana.

Kami menempuh perjalanan dari Pangandaran ke Kalipucang, lalu belok ke kanan di Padaherang, ke arah Sidareja. Jalan ke Sidareja ini kalau di peta berwarna biru, artinya jalan alternatif. Itu berarti bukan jalan besar dan jalannya tidak begitu bagus. Pada saat kami lewat sini hujan membuat tambah deg-degan. Dari Sidareja belok lagi ke kanan menuju Jeruk Legi. Di sinilah rumah teman kami berada. Kami tiba pukul 21.45 pada saat masih hujan.

Jeruk Legi hanya sekitar 30 menit dari kota Cilacap, merupakan wilayah kabupaten Cilacap. Kami lelah dan lapar, untunglah teman kami sang tuan rumah yang baik hati menawarkan makanan. Thank God kami berkesempatan menyicipi ketupat Lebaran, lengkap dengan ayam opor dan semur daging... nyam nyam nyam... kayaknya sudah sepanjang perjalanan kami mengidamkan makan ketupat, akhirnya kesampaian juga.

Setelah mengobrol sebentar menceritakan petualangan kami, kami pun mandi dan tidur dengan pulasnya.

12 September 2010

Kami terbangun sekitar pukul 6 pagi karena ada tiga orang teman yang baru tiba dari Jakarta. Mereka inilah yang naik kereta ekonomi Jakarta-Cilacap dari Stasiun Beos. Sambil sarapan kue lupis yang sangat enak kami mendengar cerita penderitaan teman kami dalam perjalanan ke sini. Rasanya petualangan kami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penderitaan mereka.

Mereka naik kereta ekonomi yang tarifnya hanya Rp 25.000, tidak dapat tempat duduk. Sepanjang malam duduk berhimpitan dengan orang yang sangat banyak. Sedikit meleng saja, tempat duduk langsung diserobot. Tidak bisa bergerak ke mana-mana, tidak mungkin untuk pipis atau tidur. Bahkan salah satu teman menjadi manusia toilet, alias berdiri di toilet sepanjang perjalanan. Jadi tidak mungkin juga untuk pipis karena toiletnya pun dijejali penumpang.

Setelah kue lupis dan kopi hitam yang dibuat sendiri oleh ibu teman saya, di dapur juga terhidang pecel. Saya pun tidak bisa menolak melihat sayuran-sayuran segar rebus yang disiram kuah kacang itu. Nyam nyam nyam...

Hari ini acaranya adalah wisata di pantai Cilacap dan Nusa Kambangan. Di Cilacap kami mengunjungi Benteng Pendem yang merupakan peninggalan Belanda. Dulu tempat ini bekas benteng pertahanan Belanda. Ada terowongan yang bisa dimasuki di sini. Ruang-ruang bawah tanah sudah terendam air, katanya ruang-ruang bawah tanah ini tersambung hingga ke Pulau Nusa Kambangan di seberang. Tempat ini telah disulap menjadi taman wisata rakyat, banyak arena bermain anak kecil, dan tempat ini sangat ramai pada waktu Lebaran. Nilai historisnya menjadi agak sedikit terpendam, seperti namanya.

Mengapa benteng ini disebut Benteng Pendem, karena dulu selesai dibangun benteng ini dengan sengaja ditimbun oleh Belanda. Hal ini agar supaya tidak terlihat dari kejauhan. Padahal benteng ini sangat lengkap ruangannya, ada ruangan amunisi, penjara, ruang akomodasi, dan meriam-meriam yang sampai sekarang masih ada sisanya. Semua itu dulu ditimbun agar tidak terlihat oleh musuh dari jauh. Wah canggih juga ya sistem pertahanannya.





Setelah makan siang di pantai Teluk Penyu, Cilacap kami menyeberang ke Nusa Kambangan. Banyak perahu yang menawarkan jasa penyeberangan di pantai ini, pp Rp
15.000. Tidak jauh, hanya sekitar 15 menit naik boat. Ada juga orang yang mampu berenang Cilacap-Nusa Kambangan, kami melihat sendiri.

Tempat wisata di sini semuanya harus bayar. Masuk ke Kompleks Taman Hiburan Rakyat pantai Cilacap Rp 5.000 per orang. Masuk Benteng Pendem Rp 5.000 per orang. Masuk objek wisata Nusa Kambangan Rp 3.500. Semua tempat yang saya sebut ini amat sangat ramai, yah maklum, Lebaran.

Pulau Nusa Kambangan kita kenal sebagai tempat lembaga pemasyarakatan atau penjara untuk para penjahat kelas berat. Namun di sini ternyata ada juga obyek wisata yang dapat dikunjungi. Setelah tiba di pinggir sebelah kiri pulau Nusa Kambangan, kita disambut loket pintu gerbang tempat wisata. Dari sini harus berjalan (soft treking) sekitar 45 menit untuk mencapai pantai pasir putih, pantai karang bolong, dan sisa-sisa benteng peninggalan Belanda. Di depan gerbang benteng tua ini terdapat pohon-pohon tinggi besar yang usianya mungkin ribuan tahun. Akarnya yang tinggi mencengkeram salah satu pintu gerbang benteng kuno, mengingatkan kita pada Angkorwat di Cambodia. Ternyata kita juga punya yang kayak gini!

Ketika pukul 16.00 tiba, kita sudah harus meninggalkan Pulau Nusa Kambangan, karena memang begitu peraturannya. Kami bertemu dua orang petugas dan satu-satunya hal yang kami sampaikan kepada mereka adalah keluh kesah, mengapa pulau yang indah ini dibiarkan begitu kotor? Sepanjang jalan menuju obyek wisata penuh dengan sampah, bekas pop mie, soft drink, rokok, snack, dll. Semua itu sangat merusak pemandangan, sangat mengganggu, bahkan sakit hati rasanya melihat kekayaan alam kita tidak dipelihara oleh kita sendiri.





Kami tiba di rumah sekitar pukul 18.30. Malam ini kami makan ikan bakar lagi. Ikan mas, patin, gurame hasil pancingan sepupu-sepupu teman kami pagi harinya, malam itu kami bakar dan makan ramai-ramai dengan keluarga teman kami.

Saya merasakan banget keramahan penduduk kota kecil, keramahan orang Jawa dan kesopanan tingkat tinggi. Sewaktu berada di rumah teman saya itu, sering sekali ada tamu yang datang. Saudara-saudara teman kami, semua menyapa kami dengan sangat ramah. Kami pun diterima di rumah teman itu bagaikan di rumah sendiri. Bahkan ketika kami pamit, kami dibekali nasi goreng dan oleh-oleh snack khas lokal. Benar-benar terharu saya!

Saya menikmati stay di Jeruk Legi ini. Kami selalu dijamu dengan makanan tradisional eksotis yang dibeli di pasar. Hari Senin (tgl 13) sebelum berangkat saya sarapan tiwul. Tiwul yang terbuat dari singkong ini rasanya hambar, enak sekali dimakan dengan kelapa parut. Sekali lagi, nyam nyam nyam...

13 September 2010

Saatnya kami menyudahi liburan yang singkat ini. Hari ini hari terakhir libur Lebaran resmi dari pemerintah (sudah termasuk cuti bersama 2 hari). Kami sudah siap untuk menghadapi kemacetan arus balik yang pastinya cukup heboh. Kami berangkat pukul 10.

Kami menempuh rute Jeruk Legi-Sidareja-Wanareja. Sesampai di Wanareja kami sudah masuk jalan besar, di kanan kiri penuh dengan spanduk iklan. Memang beda suasananya ketika sudah memasuki jalur mudik yang banyak dilalui orang. Setelah itu Banjar-Ciamis dan seterusnya hingga bertemu dengan kemacetan yang cukup parah menjelang Nagreg. Akhirnya, Cilacap-Jakarta kami tempuh dalam waktu 14 jam (pada waktu normal sekitar 7-8 jam). Yah, sekali-sekali merasakan yang namanya arus mudik/balik Lebaran.

Saya tiba di rumah tanggal 14 September pukul 02.00 pagi. Hari itu juga langsung ngantor sambil terkantuk-kantuk. Total perjalanan dari Jakarta-Pelabuhan Ratu-Pameungpeuk-Cilacap-Jakarta lebih dari 1.000 km. Menggunakan Nissan Grand Livina 1.500 cc, dengan perbandingan bensin 1:10, isi beberapa kali, di Jakarta, Pelabuhan Ratu, Cipatujah, dan Ciamis.

Perjalanan ini telah melengkapi portfolio pantai selatan kami, sewaktu trip ke Sawarna telah menempuh jalur dari Malingping-Bayah-Pelabuhan Ratu. Setidaknya, kami sudah pernah melipir di pinggiran paling selatan tiga propinsi di pulau Jawa: Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. (cieehhh... gaya...)

(The End)

P.S. bukan promosi Nissan, kebetulan saja mobil teman saya Livina.

8 comments:

  1. ha...ha...ha.... Manusia Toilet alias Qithink....:))
    Petualangan kalian jg seru pa lagi pas offroad....
    pengennnnnn..........:)

    ReplyDelete
  2. Hey Relly... ternyata elo juga punya blog toh... so cute...

    ReplyDelete
  3. Anonymous3:13 PM

    kereeeeeeeeeeeeeeeennnn bgt journey nya!!! harusnya objek2 wisata dalam negeri lebih banyak di expose yah!
    next destination kemana nih? :P

    ReplyDelete
  4. makasih anonymous !

    Kunjungi terus blog ini untuk next and next and next destination... hehehehe

    ReplyDelete
  5. nice artikel.. shring petualangan nya seru nie.. hehehe
    thank's info objek wisata nya.. :)

    kunjungi juga ya website traveling kami di http://www.indohoy.com

    ReplyDelete
  6. @ info travelling : thanks for visiting my blog... have visited indohoy, Nice & interesting! salam kenal!

    ReplyDelete
  7. Anonymous3:12 PM

    mantap.....,luar biasa perjalan ini sampe2 saya juga merasa kelelahan setelah membacanya.

    ReplyDelete
  8. Hahahhaha thanks udah mampir...

    ReplyDelete