Google+ Followers

Wednesday, February 02, 2011

Wisata Cirebon (1)





Ini salah satu hal yang bisa kamu lakukan ketika kamu sudah bosan menghadapi kemacetan di jalur Puncak atau Bandung pada akhir pekan. Yup, bagaimana kalau kita coba Cirebon?

Cirebon, sebuah kota di pesisir pantai utara Jawa, masih termasuk propinsi Jawa Barat, sama halnya dengan Puncak atau Bandung. Jaraknya 216 km dari Jakarta (bandingkan dengan Bandung sekitar 135 km). Jarak itu apabila ditempuh dengan mobil/bus kurang lebih 4-5 jam, tetapi dengan kereta hanya 3 jam saja. Mulai terdengar seperti sebuah alternatif yang menarik, bukan?

Dengan kereta paling pagi dari Jakarta (berangkat 06.00 dari Gambir) dan kereta paling malam dari Cirebon (berangkat pukul 18.00 dari Cirebon) kita bahkan tidak perlu menginap.

Cirebon, sebuah kota pertemuan berbagai budaya (Islam, Cina, Hindu), suku Sunda dan Jawa, sebuah kota wisata religi (Wali Songo) dan juga belakangan banyak yang datang untuk alasan wisata kuliner ataupun mencari batik khas Cirebon.

Cirebon termasuk cukup termasyur. Hampir semua orang pernah mendengar namanya. Coba saja, siapa yang tidak tahu kota ini?

Tetapi, berapa banyak yang pernah berjalan di atas jalan-jalan lebar dan sempitnya? Berapa banyak yang pernah menghirup udara panas dari arah pantai sambil duduk di atas becak-becak kecilnya?

Dari survey kecil-kecilan yang aku lakukan, sebagian besar teman-temanku belum pernah ke Cirebon. Kecuali orang Cirebon sendiri, atau orang-orang yang punya saudara/teman dekat di Cirebon, sebagian besar menjawab “belum pernah” atau “hanya lewat doang” dalam rangka menuju ke kota yang lebih jauh, misalnya di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Ini berarti, Cirebon belumlah menjadi sebuah kota tujuan wisata yang populer.

Hal ini pun semakin memancing rasa penasaranku, ingin mengetahui seperti apa rupa kota pesisir ini. Satu pertanyaan yang hendak kutemukan jawabannya, mengapa kota ini tidak menjadi alternatif wisata yang populer untuk orang Jakarta, seperti halnya Bandung misalnya? Dengan jarak hanya 3 jam dan tiket kereta hanya Rp 60.000 sekali jalan (sama dengan biaya ke Bandung, bukan?), seharusnya cukup convenience untuk pergi ke kota ini.

Sekarang marilah kita explore apa yang bisa dilihat di Cirebon. Apa saja obyek/tujuan wisata Cirebon?

Cirebon kota yang kaya peninggalan budaya. Dalam satu kota saja ada peninggalan empat keraton sekaligus. Keempat keraton itu adalah keraton Kasepuhan, keraton Kanoman, keraton Kacirebonan, dan keraton Keprabon.

Rancangan keempat keraton ini merupakan gabungan elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Ciri bangunan keraton di Cirebon adalah selalu menghadap ke utara dan ada sebuah mesjid di dekatnya. Pada setiap keraton juga selalu ada alun-alun sebagai tempat berkumpul. Yang khas pada keraton-keraton di Cirebon adalah adanya patung macan di halaman depan sebagai salah satu simbol dari Prabu Siliwangi, tokoh sentral terbentuknya kerajaan Cirebon.

Selain keempat keraton tersebut, obyek wisata lain di kota Cirebon adalah Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, Kelenteng Kuno, Gua Sunyaragi, Makam Sunan Gunung Jati dan gedung perundingan Linggarjati. Dua yang terakhir agak jauh jaraknya dari pusat kota ataupun stasiun kereta api Kejaksan Cirebon. Berjarak satu jam jauhnya (dengan mobil/bus) kita juga bisa mengunjungi kota Kuningan yang lebih tinggi dan sejuk.

(bersambung)

2 comments: