Google+ Followers

Wednesday, October 26, 2016

Namaste Nepal, Negeri Sejuta Inspirasi


Sulit move on. Itulah yang dirasakan kami semua setelah pulang dari Nepal. Bahkan setelah beberapa hari, lagu Maya Meri Maya masih saja terngiang.

Maya Meri Maya
Hamro Milan Kahile Hunchha
Maya Meri Maya
Hamro Milan Kahile Hunchha

My Love, oh my dear love, when will we be together again. Kira-kira begitu artinya. Lagu ini begitu cepat menjadi akrab di telinga, segera setelah kami mendengarnya, kami langsung bisa ikut menyanyikannya. Adalah moment yang tak terlupakan itu, ketika kami berlima naik jeep ke bukit Sarangkot untuk Paragliding bersama kelima pilot kami, ketika lagu ini terdengar dari tape mobil, eh mereka serentak bernyanyi bersama. Lalu karena lagunya cukup simple, kami pun ikut bernyanyi bersama.

Kesederhanaan orang-orang Nepal, suasananya, mungkin pegunungan Himalaya yang magis, seolah menghipnotis semua yang datang ke sana. Rasanya sebagian jiwaku masih tertinggal di sudut-sudut jalan sempit di Thamel, entah kapan aku akan kembali untuk mengambilnya.

Kupikir hanya diriku yang merasa demikian, ternyata tidak. Temanku yang ikut ke Nepal mengirim Whatsapp, mengatakan masih sulit move on. Pengen balik ke sana lagi. Lalu kami membahas, ada apa ya dengan Nepal sehingga begitu membius?

Kami berangkat dengan tidak banyak ekspektasi. Mungkin itulah yang terbaik. Nepal terkenal buat orang-orang dengan hobby khusus, seperti naik gunung. Rasanya ada yang kurang bila ke sana tanpa trekking ke Base Camp. Tetapi ternyata bisa juga kita enjoy hanya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata.

My advice, go there and be inspired. Nepal yang penuh warna, orang-orangnya yang sangat baik, kecantikan gunung dan danaunya, serta tak terlupakan adalah surga belanja juga, semua adalah paket yang lengkap untuk membuat sebuah liburan seru, menyenangkan, dan tak terlupakan.

Namaste




Dimulai dari kata sapaan “Namaste” yang biasa diucapkan bila bertemu orang lain. Kata Namaste ternyata bukan sekadar Hello, tetapi mengandung arti, “I bow to you.” Biasa diucapkan sambil kedua tangan dikatupkan di depan dada, tradisi ini menunjukkan mereka sangat respect dan juga saling mendoakan. Saya disambut sebuah kejadian kecil ketika tiba di bandara Tribhuvan Kathmandu yaitu kehilangan koper, tetapi justru dari situlah saya belajar tentang betapa baiknya orang-orang Nepal. Dan ketika hendak pulang, kami semua dikalungkan bendara doa berwarna merah, yang berisi doa dalam perjalanan agar perjalanan kami selamat sampai tujuan.


7 Things I Like The Most about my Nepal Trip

Nah, gue ngapain aja di sana? Kebetulan untuk first timer ke Nepal ini saya ikut dengan tour teman saya mbak Sophie Nurbani. Di sana kami dipandu oleh tour organizer lokal Alpine Asian Treks, both are very recommended.


Highlight tour kami adalah Kathmandu, Pokhara, Nagarkot, dan Chitwan, yang merupakan pilihan yang tepat untuk berkenalan dengan Nepal, negeri yang cantik misterius ini. Saya sangat enjoy serta kebetulan bertemu dengan teman-teman yang asyik dalam perjalanan, namun mungkin tidak bisa saya ceritakan semua destinasi satu per satu di blog ini.


Pashupatinath Temple

Ini adalah 7 hal yang paling saya sukai dari Nepal, dan ini bersifat sangat, sangat personal, serta mungkin sebagian tidak terlalu penting.

1. Jus delima, alias pomegranade juice. Cairan berwarna merah yang sangat menyegarkan ini mudah diperoleh sebagai jajanan di pasar atau street food. I miss it.

2. Kesederhanaan dan keramahan penduduk lokal. Tempat ini seolah abadi terkurung dalam mesin waktu. There's something exotic about it.

3. Thamel, off course. Everyone will love Thamel. Surga belanja. Colorful. Rame. Pusat segalanya. Seru.

4. Keagungan kerajaan di masa lalu, seperti dapat dilihat di sisa-sisanya di Bhaktapur Durbar Square misalnya. Suasana spiritual dan relijius sangat terasa.

5. Momo. Seperti sui ciao (dumpling), tapi ada kuah karinya buat dicocolin. Enak. Apalagi kalau ditemani beer Everest... tiada duanya.

6. Himalaya, tentu saja. Entah kapan gue berharap bisa kembali lagi untuk melihat lebih dekat puncak-puncak tertinggi di dunia ini.

7. Pashupatinath Temple. Kompleks kuil Hindu yang sangat suci. Tempat orang Hindu melarungkan jenazah di sungai Bagmati yang bermura ke Sungai Gangga. Kompleks ini luas, dibelah oleh sungai Bagmati, dan sangat megah. Beruntung saya mengunjungi tempat ini.

Ada yang ingin ditambahkan? Feel free untuk ditambahkan di komentar.

No comments:

Post a Comment